GENDER ACTION BUDGET (GAB)
KERANGKA ACUAN KERJA/TERM OF REFERENCE
SUB KEGITAN TA 2026

PERANGKAT DAERAH RSUD Eka Candrarini
PROGRAM Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat
KEGIATAN Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
SUB KEGIATAN Pengadaan Obat, bahan habis pakai, bahan medis habis pakai, vaksin, makanan dan minuman di fasilitas kesehatan
KINERJA RESPONSIF GENDER Memenuhi pengadaan Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, vaksin, makanan dan minuman sebanyak 5 paket belanja dalam satu tahun meliputi -Belanja bahan kimia kefarmasian -Belanja gas medik -Belanja bahan medis habis pakai kefarmasian -Belanja perbekalan habis pakai kefarmasian -Belanja obat
RENCANA CAPAIAN INDIKATOR KINERJA Indikator Sub Kegiatan: Jumlah Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, makanan dan minuman di Fasilitas Kesehatan yang disediakan,Indikator Kegiatan: Jumlah Unit Layanan yang Terpenuhi Kebutuhan Obat dan Perbekalan Kesehatan Di RSUD Eka Candrarini, Outcome Program: Meningkatnya ketersediaan dan kesesuaian obat yang responsif gender melalui pengadaan obat yang disusun berdasarkan analisis jumlah pasien dan pola kebutuhan obat, sehingga mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan laki-laki dan perempuan secara proporsional dan berkeadilan.,Impact: Terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih adil, inklusif, dan berkualitas melalui meningkatnya keselamatan dan kepuasan pasien serta membaiknya derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.,
A. LATAR BELAKANG
  1. Dasar Hukum :
    - Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional - Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan - Permenkes No. 63 Tahun 2014 tentang Pengadaan Obat Berdasarkan Katalog Elektronik (E-Catalogue). - Permenkes No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit - Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengarusutamana Gender - Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
  2. Gambaran Umum :
    Langkah 2: Data Pasien IGD s/d Juli 2025 1. Januari a. Pasien Baru: 163 (L) 202 (P) b. Pasien Lama: 4 (L) 2 (P) 2. Februari a. Pasien Baru: 224 (L) 264 (P) b. Pasien Lama: 14 (L) 36 (P) 3. Maret a. Pasien Baru: 294 (L) 355 (P) b. Pasien Lama: 28 (L) 63 (P) 4. April a. Pasien Baru: 302 (L) 396 (P) b. Pasien Lama: 42 (L) 69 (P) 5. Mei a. Pasien Baru: 344 (L) 405 (P) b. Pasien Lama: 36 (L) 57 (P) 6. Juni a. Pasien Baru: 357 (L) 454 (P) b. Pasien Lama: 32 (L) 49 (P) 7. Juli a. Pasien Baru: 314 (L) 448 (P) b. Pasien Lama: 54 (L) 88 (P), Data Pasien Rawat Jalan s/d Juli 2025 1. Januari a. Pasien Baru: 70 (L) 116 (P) b. Pasien Lama: 0 (L) 11 (P) 2. Februari a. Pasien Baru: 441 (L) 525 (P) b. Pasien Lama: 136 (L) 188 (P) 3. Maret a. Pasien Baru: 550 (L) 444 (P) b. Pasien Lama: 277 (L) 452 (P) 4. April a. Pasien Baru: 569 (L) 412 (P) b. Pasien Lama: 488 (L) 517 (P) 5. Mei a. Pasien Baru: 388 (L) 555 (P) b. Pasien Lama: 623 (L) 667 (P) 6. Juni a. Pasien Baru: 429 (L) 561 (P) b. Pasien Lama: 860 (L) 745 (P) 7. Juli a. Pasien Baru: 496 (L) 752 (P) b. Pasien Lama: 1276 (L) 1104 (P), Data Pasien Rawat Inap s/d Juli 2025 1. Januari a. Pasien Baru: 9 (L) 4 (P) b. Pasien Lama: 11 (L) 9 (P) 2. Februari a. Pasien Baru: 14 (L) 25 (P) b. Pasien Lama: 92 (L) 116 (P) 3. Maret a. Pasien Baru: 17 (L) 17 (P) b. Pasien Lama: 92 (L) 116 (P) 4. April a. Pasien Baru: 16 (L) 32 (P) b. Pasien Lama: 89 (L) 79 (P) 5. Mei a. Pasien Baru: 22 (L) 36 (P) b. Pasien Lama: 92 (L) 85 (P) 6. Juni a. Pasien Baru: 39 (L) 66 (P) b. Pasien Lama: 87 (L) 94 (P) 7. Juli a. Pasien Baru: 78 (L) 85 (P) b. Pasien Lama: 77 (L) 84 (P), Data Jumlah Paket Pembelian Obat, Bahan Habis Pakai, Bahan Medis Habis Pakai, Vaksin, Makanan dan Minuman s/d Juli 2025 Januari: 0 paket Februari: 3 paket Maret: 3 paket April: 3 paket Mei: 3 paket Juni: 3 paket Juli: 4 paket, Data 10 penyakit terbesar di RSUD Eka Candrarini Tahun 2025 s/d Juli 2025 1. Mental and behavioural disorder: 1.148 2. Necrosis of pulp: 536 3. Hypertensive heart disease without (congestive) heart failure: 498 4. Residual schizophrenia: 409 5. Pulpitis: 339 6. Non-insulin-dependent diabetes melitus without complications: 283 7. Undifferentiated schizophrenia: 245 8. Essential (primary) hypertension: 192 9. Dyspepsia: 167 10. Old myocardial infarction: 156
    Langkah 3: Laki-laki dan perempuan memperoleh akses yang setara terhadap obat yang dibutuhkan, ditunjukkan dengan ketersediaan obat yang mencukupi sesuai jumlah pasien dan jenis layanan, -Partisipasi pasien dalam pemilihan dan pemahaman penggunaan obat, vaksin, serta makanan dan minuman masih terbatas, karena sebagian besar keputusan ditentukan oleh tenaga kesehatan. -Masyarakat sering meminta resep obat paten atau obat terkenal, Pengelola program memiliki kendali dalam pengambilan keputusan pengadaan obat melalui pemanfaatan data jumlah pasien dan pembelian obat sebagai dasar penentuan prioritas, sehingga pengadaan obat lebih tepat sasaran dan efisien., Pasien memperoleh pelayanan Kesehatan dengan terapi yang efektif dan efisien
    Langkah 4: Karena permintaan pasien, seringkali tenaga medis meresepkan obat di luar formularium
    Langkah 5: - Stock Obat di Distributor sering kosong - Preferensi masyarakat terhadap resep obat paten atau obat yang sudah dikenal luas memengaruhi pola permintaan obat, meskipun secara medis obat generik memiliki efektivitas yang setara. - Variasi kondisi medis dan kebutuhan pasien yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, dan penyakit, sehingga menuntut ketersediaan obat dan bahan medis yang beragam. - Perubahan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan, yang tidak selalu dapat diantisipasi secara cepat dalam perencanaan pengadaan
B. PENERIMA MANFAAT Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh masyarakat Surabaya wilayah Timur dan sekitarnya yang berkunjung di RSUD Eka Candrarini Kota Surabaya
C. STRATEGI UNTUK MENCAPAI KINERJA
  1. Tujuan Reformulasi:
    Memenuhi Jumlah Obat, bahan habis pakai, bahan medis habis pakai, vaksin, makanan dan minuman di fasilitas kesehatan
  2. Rencana Aksi
    1. Aktifitas :
      - Menyusun perencanaan jumlah dan jenis pembelia obat berdasarkan tren konsumsi obat dan jumlah pasien - Mengintegrasikan data kebutuhan terpilah gender (berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis layanan) sebagai dasar perencanaan dan pengadaan obat, BHP, BMHP, vaksin, serta makanan dan minuman. - Meningkatkan edukasi dan komunikasi kepada pasien mengenai penggunaan obat, vaksin, serta pemenuhan nutrisi, termasuk pilihan terapi yang aman, efektif, dan sesuai kondisi kesehatan, dengan pendekatan responsif gender.
    2. Metode Pelaksanaan :
      • Metode pelaksanaan rencana aksi dilakukan melalui pendekatan perencanaan berbasis data, koordinasi lintas unit, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
    3. Jadwal :
      Dilaksanakan pada tahun 2026
  3. Biaya Yang Diperlukan: 24499857770
 
Mengetahui,
Kepala RSUD Eka Candrarini
Kota Surabaya
 
drg. Bisukma Kurniawati
NIP.