Gender Analysis Pathway
Kecamatan Tandes

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN BALONGSARI
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Balongsari
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Balongsari L: 4864 orang P: 5029 orang Jumlah RT tahun 2023: L : 32 orang P : 3 orang Jumlah RW tahun 2023 : L : 7 orang P : 0 orang
Jumlah Keluarga Miskin di Kel. Balongsari 346 KKL (Kepala Keluarga Laki-laki) 456 KKP (Kepala Keluarga Perempuan)
Jumlah Pokmas di Kelurahan Balongsari : • Kelompok Masyarakat: 4 Kelompok L: 8 P: 5 • Karang Taruna: 2 Kelompok L: 9 P: 3 • Jumlah UMKM: 312
Program padat karya di Kelurahan Balongsari berupa tempat cuci motor yang diadakan dengan tujuan pengentasaan kemiskinan yang dilaksanakan secara bertahap. Pelaksana tempat cuci padat karya: Karang Taruna
Jumlah tempat cuci sepeda motor di Kel. Balongsari : 7
Akses:
Pokmas/ormas dapat mengakses pembinaan dari Kelurahan
Partisipasi:
Pokmas/ormas yang masuk daftar intervensi dapat aktif dalam pembinaan dari kelurahan
Kontrol:
Pokmas/ormas dapat mengembangkan kegiatannya selain mendapatkan pembinaan dari Kelurahan
Manfaat:
Pokmas/ormas mendapatkan manfaat melalui pembinaan yang dilakukan Kelurahan Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan untuk menurunkan jumlah warga miskin.
• Belum optimalnya perencanaan anggaran tahun 2023 untuk pengembangan tempat cuci sepeda motor padat karya, sehingga optimalisasinya dapat dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya. • Pelaksana oleh anggota karang taruna yang telah memiliki pekerjaan tidak dapat terlibat penuh dalam pengembangan tempat cuc sepeda padat karya • Pelaksana kegiatan sulit menentukan jadwal pelatihan • Terbatasnya kemampuan RT dan RW dalam hal Teknologi Informasi, menyebabkan pelayanan kurang optimal Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan melaksanakan program padat karya. Mendirikan tempat cuci sepeda motor padat karya 2.Kerja sama dengan instansi terkait untuk mengadakan pelatihan cuci motor . Pada Tahun 2023 belum mendirikan tempat cuci sepeda motor karena pertimbangan belum ada saluran pembuangan yang memadai. 2. Belum ada rumah padat karya cuci sepeda motor
Output:
Terlaksananya pendirian padat karya cuci sepeda motor. 2.Pengentasan kemiskinan. 3.Pemberdayaan warga dan Karang Taruna
Outcome:
Tersedianya rumah padat karya cuci motor