Gender Analysis Pathway
Kecamatan Rungkut

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN
Kegiatan:
Pemberdayaan Kelurahan Penjaringansari
Sub Kegiatan:
Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Penjaringansari
Tujuan Sub Kegiatan:
Mengembangkan Pemberdayaan Masyarakat di RT dan RW di wilayah Kelurahan Penjaringansari
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Penjaringansari tahun 2024 = 19.566 terdiri dari : Laki-laki = 9.545 orang Perempuan : 10.021 orang
Jumlah KK di Kel.Penjaringansari tahun 2024 = 6.396 terdiri dari : Laki-laki = 5007 KK dan Perempuan = 1389
Jumlah Balai RW di Kel.Penjaringansari tahun 2024 = 5 Balai RW Terdiri dari 12 RW terdiri dari RW Laki-laki : 11 orang RW Perempuan : 1 orang
Jumlah Keluarga Miskin di Kel. Penjaringansari tahun 2024 = 8 KK terdiri dari 17 jiwa
Jumlah KSH Kel.Penjaringansari tahun 2024 = 159 orang, terdiri dari Laki-laki = 0 , Perempuan =- 159
Akses:
Kelurahan memiliki akses memberikan pemenuhan fasilitas balai RW dan fasilitasi pemberdayaan ekonomi masyarakat
Partisipasi:
Tingginya antusiasme untuk menggunakan balai RW sebagai tempat kegiatan serta pertumbuhan perekonomian warga
Kontrol:
Pemenuhan kebutuhan balai RW bergantung pada ketersediaan anggaran Kelurahan serta kerjasama antar penyedia yang diatur kelurahan
Manfaat:
Pemenuhan sarana dan prasarana kegiatan masyarakat di balai RW yang mendorong peningkatan perekonomian warga
- Kurangnya sarana dan prasarana gedung balai RW - Karena terbatasnya dana di masing2 RW - Kondisi di balai belum memadai - Kondisi perekonomian warga yang terbatas • Pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah ditempatkan di Balai RT • Terbatasnya kemampuan RT dan RW dalam hal Teknologi Informasi, menyebabkan pelayanan kurang optimal. • Keinginan warga untuk peningkatan perekonomian Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana Balai RW untuk Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan serta peningkatan pendapatan warga - Pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah ditempatkan di Balai RW - Terbatasnya kemampuan RT dan RW dalam hal Teknologi Informasi, menyebabkan pelayanan kurang optimal. - Penyediaan program padat karya bagi keluarga tidak mampu - Meningkatkan sarana dan prasarana yang telah ditempatkan di Balai RW sebagai peningkatan operasional - Peningkatan pendapatan keluarga
Output:
1. Biaya operasional lembaga LPMK, RW, RT 2. Biaya operasional Balai RT
Outcome:
- Penunjang kegiatan Lembaga LPMK, RW, RT - Pemenuhan biaya opersional RT