Gender Analysis Pathway
Kecamatan Wonokromo

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pemberdayaan masyarakat Desa dan Kelurahan
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan - Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kelurahan Ngagel Rejo)
Sub Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kelurahan Ngagel Rejo)
Tujuan Sub Kegiatan:
Terpenuhinya sarana pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Ngagel Rejo Kecamatan Wonokromo
Data Umum:
Angka partisipasi perempuan di Kelurahan Ngagel Rejo khususnya yang memegang peran sebagai Ketua lembaga masyarakat dalam hal ini Ketua RW dan Ketua RT.
Jumlah RW : 12 RW, jumlah Ketua RW laki-laki : 8 orang, jumlah Ketua RW perempuan : 4 orang, jumlah ketua RT : 125 RT, jumlah Ketua RT laki-laki : 117 orang, jumlah Ketua RT perempuan : 8 orang.
-
-
-
Akses:
Adanya kesamaan akses dalam mendapatkan informasi. Namun, jumlah penerima informasi masih di dominasi oleh laki-laki.
Partisipasi:
1. Partisipasi perempuan dalam bidang kelembagaan masyarakat Kelurahan masih sedikit jika dibandingkan dengan laki-laki. 2. Jumlah peserta yang memonitoring terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat masih di dominasi oleh laki-laki.
Kontrol:
Yang memiliki kontrol dalam pengambilan keputusan, di dominasi oleh laki-laki.
Manfaat:
Frekuensi penerima manfaat dari kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan masih lebih tinggi laki-laki daripada perempuan.
1. Partisipasi perempuan dalam musyawarah pembangunan Kelurahan (musbangkel) yang masih sedikit. 2. Belum banyaknya perempuan yang mau mengambil peran sebagai Ketua RW dan Ketua RT. 1. Adanya anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa menjadi Ketua RW dan Ketua RT adalah tanggung jawab laki-laki. 2. Adanya persepsi di masyarakat bahwa perempuan lebih cocok menangani pekerjaan rumah tangga. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas dalam pemenuhan sarana pemberdayaan masyarakat Kelurahan Ngagel Rejo dengan memperdayakan potensi dan sumber daya yang ada dengan lebih responsive gender. 1. Meningkatkan peran laki-laki dan perempuan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat Kelurahan di Kelurahan Ngagel Rejo. 2. Sosialisasi kepada warga masyarakat tentang pentingnya peran kelembagaan masyarakat. 3. Pengadaan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Ngagel Rejo. 1. Pada tahun 2023 jumlah RW : 12 RW, jumlah Ketua RW laki-laki : 8 orang, jumlah Ketua RW perempuan : 4 orang, jumlah Ketua RT : 125 RT, jumlah Ketua RT laki-laki : 117 orang, jumlah Ketua RT perempuan : 8 orang. 2. Pada tahun 2024 jumlah RW : 12 RW, jumlah Ketua RW laki-laki : 8 orang, jumlah Ketua RW perempuan : 4 orang, jumlah Ketua RT : 125 RT, jumlah Ketua RT laki-laki : 117 orang, jumlah Ketua RT perempuan : 8 orang.
Output:
Tercapainya tujuan kegiatan pemberdayaan masyarakat Kelurahan di wilayah Kelurahan Ngagel Rejo.
Outcome:
1. Meningkatkan partisipasi perempuan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Ngagel Rejo khususnya di bidang kelembagaan masyarakat. 2. Terpenuhinya sarana prasarana pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Ngagel Rejo.