Gender Analysis Pathway
Kecamatan Wonocolo

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Siwalankerto
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Siwalankerto L: 8.626 P: 8.785
Pelaksana sub kegiatan L: 8.626 P: 8.785
Jumlah RT tahun 2024: L:39 orang P:1 orang
Jumlah RW tahun 2024 : L:6 orang P:0 orang
Jumlah Pokmas : 1 (permakanan) Posyandu Balita : 20 Posyandu Remaja : 1 Posyandu Lansia : 6 Kelompok UKM : 1 PKK Kartar KSH Kelompok Pengajian : 6 Ketua LPMK : 1 LK Ketua RW : 6 LK Ketua RT : 39 LK; 1 PR
Akses:
Kelurahan belum bisa memberikan sarana-prasarana pendukung aktivitas secara maksimal
Partisipasi:
Tidak semua anggota Pokmas/Ormas aktif
Kontrol:
Belum semua Pokmas/Ormas kegiatannya berjalan aktif sehingga kelurahan kurang optimal dalam melakukan pendampingan dan pembinaan
Manfaat:
Pokmas/ormas belum mendapatkan manfaat karena belum tersedianya sarana dan prasarana untuk mengembangkan kegiatan
Belum optimalnya penyerapan anggaran tahun 2023 untuk memenuhi sarana dan prasarana -Tingkat swadaya masyarakat di wilayah kelurahan belum optimal -Persepsi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat terkesan hanya berupa himbauan atau seruan belum sampai tindakan aktif Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana beserta seluruh kelengkapannya dan juga untuk meningkatkan penghasilan masyarakat 1.Pengadaan sarana dan prasarana kegiatan berupa kursi lipat, speaker portable, computer, printer, LCD, screen projector, meja lipat, kipas angin 2. Pengadaan mesin press sablon 3. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga 4. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 5. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan 6. Pengadaan biaya operasional Balai RW 7. Pengadaan biaya operasional Balai RT 8. Pengadaan snack 1.Belum optimalnya penyediaan sarana dan prasarana untuk kegiatan pokmas/ormas 2.Belum ada Pengadaan mesin press sablon 3. Perlunya Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga 4. Perlunya Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 5. Perlunya Pengadaan Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan 6. Perlunya Pengadaan biaya operasional Balai RW 7. Perlunya Pengadaan biaya operasional Balai RT 8. Perlunya snack untuk menunjang kegiatan organisasi
Output:
-Tersedianya sarana dan prasarana untuk kegiatan administrasi dan pengembangan organisasi -Tersedianya mesin press sablon -Tersedianya Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga -Tersedianya Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) -Tersedianya Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan - Tersedianya Pengadaan biaya operasional Balai RW - Tersedianya Pengadaan biaya operasional Balai RT - Tersedianya snack untuk menunjang kegiatan organisasi
Outcome:
Jumlah pokmas dan ormas yang melaksanakan pemberdayaan