Gender Analysis Pathway
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja
Kegiatan:
Pelaksanaan Pelatihan berdasarkan Unit Kompetensi
Sub Kegiatan:
Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja
Tujuan Sub Kegiatan:
1. Untuk mengembangkan cara agar bisa lebih cepat dalam mengembangkan kemampuan dirinya 2. Mengubah pola pikir Peserta Magang tentang bagaimana budaya serta lingkungan kerja yang sebenarnya 3. Memperoleh peluang untuk dapat kerja di perusahaan / instansi tempat magang
Data Umum:
- Target jumlah peserta Pengukuran Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja adalah 133 orang - Persentase peserta Pengukuran Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja : L = 78 orang (58,65%) P = 55 orang (41,35%)
-
-
-
-
Akses:
Peserta kegiatan Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja adalah peserta yang telah mengikuti Proses Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja berdasarkan Klaster Kompetensi, serta Penyandang Disabilitas
Partisipasi:
Peserta Kegiatan Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan adalah mereka yang telah dinyatakan lulus Proses Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja berdasarkan Klaster Kompetensi, serta Penyandang Disabilitas.
Kontrol:
Kontrol kebijakan dan pengawasan kegiatan Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja dilakukan oleh pejabat struktural yang terdiri : L= 1 orang P= 2 orang
Manfaat:
Jumlah peserta pencari kerja yang ikut kegiatan Pelaksanaan Pelatihan berdasarkan Unit Kompetensi : L = 78 orang (58,65%) P = 55 orang (41,35%)
1. Kurangnya pemahaman terkait isu gender 2. Isu Gender menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Pelatihan berdasarkan Unit Kompetensi, sebatas data terpilah laki-laki dan perempuan 3. Belum adanya mekanisme dan Juknis terkait Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja Tahun 2024 di Pemerintah Kota Surabaya yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan. 1. Pemahaman bahwa laki-laki lebih memiliki hak akses lebih tinggi daripada perempuan 2. Masih adanya anggapan bahwa yang perlu untuk melanjutkan pekerjaan didominasi oleh laki-laki. Meningkatkan kompetensi angkatan kerja untuk mengurangi angka pengangguran dengan memperhatikan angka keterwakilan laki-laki dan perempuan sama persentasenya karena sudah bergesernya pola pikir yang bekerja tidak hanya laki-laki. Melaksanakan Pemagangan Bagi Penyandang Disabilitas dan Peserta Pasca Pelatihan Proporsi Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja pada tahun 2023 (Fasilitasi Magang Bagi Pencari Kerja yang Memiliki Kompetensi ) adalah : L = 58,65% P = 41,35%
Output:
Persentase keterwakilan peserta perempuan yang difasilitasi Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja tahun 2023 yaitu sebesar 41,35%, Sedangkan persentase keterwakilan peserta laki-laki yang difasilitasi Koordinasi Lintas Lembaga dan Kerja Sama dengan Sektor Swasta untuk Penyediaan Instruktur serta Sarana dan Prasarana Lembaga Pelatihan Kerja tahun 2023 sebesar 58,65%.
Outcome:
1. Indikator Program: Persentase Peserta pelatihan berbasis kompetensi yang lulus pelatihan 2. Indikator Kegiatan: Jumlah laporan pelaksanaan pemagangan 3. Indikator Sub kegiatan: Jumlah Dokumen Hasil Pengukuran Produktivitas dan Daya Saing Tenaga Kerja di Tingkat DaerahJumlah Kesepakatan/Koordinasi dalam rangka Optimalisasi Kapasitas Instruktur dan Peningkatan Sarana Prasarana Pelatihan Vokasi dan Produktivitas pada Tahun n