Gender Analysis Pathway
Kecamatan Wonokromo

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Kelurahan (KELURAHAN WONOKROMO)
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan - Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kelurahan Wonokromo)
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Pengembangan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Wonokromo: L: 19.623 orang P: 20.207 orang Jumlah RT tahun 2023: L: 79 orang P: 17 orang Jumlah RW tahun 2023: L: 8 orang P: 0 orang Jumlah Pokmas di Kelurahan Wonokromo: • Pokmas KTPR: 1 Kelompok L: 4 orang P: 0 orang • Karang Taruna: 3 Kelompok L: 16 orang P:18 orang • Jumlah UMKM: 120 • Jumlah Keluarga Miskin: 330 KK
Jumlah keluarga miskin di wilayah Kelurahan Wonokromo masih cukup banyak Jumlah RW tahun 2023: L: 8 orang P: 0 orang
Di area Kelurahan Wonokromo terdapat aset berupa bangunan eks kantor kelurahan yang telah dimanfaatkan sebagai Rumah Padat Karya.
a. Jenis usaha yang telah difasilitasi melalui Rumah Padat Karya adalah produksi cairan pembersih lantai. b. Pelatihan jahit, batik dan sablon belum terlaksana karena rasionalisasi anggaran
Pokmas berupa kelompok usaha yang akan difasilitasi melalui Rumah Padat karya belum terbentuk
Akses:
Pokmas/ormas dapat mengakses pembinaan dari Kelurahan
Partisipasi:
Pokmas/ormas yang masuk daftar intervensi dapat berkegiatan aktif dalam pembinaan dari kelurahan
Kontrol:
Pokmas/ormas dapat mengembangkan kegiatannya selain mendapatkan pembinaan dari Kelurahan
Manfaat:
a. Pokmas/ormas mendapatkan manfaat melalui pembinaan yang dilakukan Kelurahan b. Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan untuk mengentaskan kemiskinan melalui program Rumah Padat Karya maupun pemberdayaan UMKM c. Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan dalam memberikan pelayanan terhadap warga dalam kategori keluarga miskin melalui bantuan dan intervensi dari pemerintah
• Belum optimalnya perencanaan anggaran tahun 2024 untuk mendukung pengembangan dan fasilitasi Rumah Padat Karya, sehingga optimalisasinya dapat dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya • Belum terlaksananya pelatihan untuk jenis usaha lain yang akan difasilitasi melalui Rumah Padat Karya seperti jahit, sablon dan membatik dikarenakan kebijakan rasionalisasi anggaran TA 2023 • Kurangnya pemahaman SDM Kelurahan Wonokromo terkait perencanaan responsif gender • Budaya organisasi yang masih menganggap bahwa yang lebih aktif dan produktif dalam kegiatan kepengurusan adalah laki-laki • Adanya persepsi dari masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat Kelurahan Wonokromo lebih sesuai jika dilaksanakan laki-laki • Masih adanya anggapan bahwa perempuan kurang pantas berkegiatan pada malam hari • Sebagian besar pelaku UMKM adalah perempuan karena beberapa perempuan adalah tulang punggung keluarga dan juga membantu suami dalam pemenuhan ekonomi keluarga Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan mendukung pemenuhan kebutuhan operasional (sarana dan prasarana) a. Pelaksanaan pelatihan sablon, pembuatan kue dan jahit b. Pengadaan CCTV c. Penyediaan honorarium Ketua LPMK, RW dan RT d. Pengadaan tenda terop a. Kegiatan pelatihan belum dapat dilaksanakan pada tahun 2023 b. CCTV termasuk komponen yang terkena rasionalisasi c. Pada tahun 2023, anggaran dilimpahkan kepada Kelurahan d. Tenda terop termasuk komponen yang terkena rasionalisasi sehingga tidak dapat direalisasikan di Tahun 2023
Output:
a. Terlaksananya kegiatan 3 jenis pelatihan yaitu pembuatan kue, sablon dan jahit b. Terpasangnya CCTV sebanyak 8 paket c. Tersedianya honor untuk Ketua LPMK (1 orang), Ketua RW (8 orang) dan Ketua RT (96 Orang) d. Tersedianya tenda terop untuk menunjang pelaksanaan kegiatan warga
Outcome:
Sub Kegiatan: Jumlah Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan sejumlah 5 Pokmas/Ormas Kegiatan: Jumlah kelurahan yang dikembangkan potensi wilayahnya sejumlah 4 Kelurahan Program: Persentase kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi sebesar 62,5%