Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Gizi Masyarakat
Tujuan Sub Kegiatan:
Pelaksanaan Pelayanan Pengelolaan Gizi Masyarakat dan penyelenggaraan penanggulangan masalah gizi pada siklus kehidupan akibat penyakit secara terpadu dan berkesinambungan |
Data Umum:
Jumlah posyandu kota Surabaya tahun 2023 adalah 2.682 posyandu di 153 kelurahan di Kota Surabaya
Jumlah Kader Surabaya Hebat (KSH) pada tahun 2023 adalah 28.158 orang dengan rincian: L : 476 orang (1.69%) P: 27.682 orang (98.31%)
Data Ibu Hamil tahun 2023 = 43.881, Bufas tahun 2023 = 41.885
Bayi Lahir Hidup = 39.891 (L= 19.750 P = 20.141), Bayi = 41.180 (L = 20.388 P = 20.792)
Balita = 205.688 (L = 103.975 P = 101.713)
|
Akses:
Proporsi Balita Laki-laki dan perempuan mendapatkan pelayanan dan penanganan gizi
Partisipasi:
Kemudahan mendapatkan pelayanan dan penanganan Gizi buruk
Kontrol:
Bidang Kesmas, Kader Surabaya Hebat, Lintas Sektor, PKK, OPD Terkait, Pendamping Balita
Manfaat:
Jumlah Balita yang mendapatkan pelayanan dan pengananan gizi sesuai kebutuhan gizinya |
1. Keterbatasan Jumlah Sumber Daya Manusia di Dinas Kesehatan Kota Surabaya 2. Keterbatasan Anggaran untuk pengelolaan gizi masyarakat | 1. Masih adanya warga/masyarakat yang tidak aktif menimbangkan balitanya di posyandu 2. Kurangnya pengetahuan masyarakat, Remaja, ibu Hamil dan Ibu Nifas tentang pemberian gizi yang baik di 1000 Hari Pertama Kehidupan | 1. Meningkatkan dan mempertahankan status gizi pada siklus kehidupan untuk menjadi lebih baik 2. Mempertahankan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas gizi pada siklus kehidupan 3. Memberikan acuan penilaian kinerja program Kesga Gizi | Pelaksanaan kegiatan Hari Gizi Nasional, Pendampingan tenaga ahli, Pendampingan konsultan, Pelaksanaan Surabaya EMAS dan Kampung Emas, Pemberian susu CFC tipe 3, Pelatihan terhadap ahli gizi dan pendamping balita, Pendampingan balita, catin, ibu hamil dengan melibatkan puskesmas, PKK dan Kecamatan/ Kelurahan, Pelaksanaan monitoring evaluasi program gizi | 1. Jumlah ibu hamil tahun 2023 adalah sejumlah 43.881 jiwa 2. Jumlah Bayi Lahir Hidup adalah sebanyak 39.891 bayi (L= 19.750 P = 20.141) 3. Jumlah posyandu kota Surabaya tahun 2023 adalah 2.682 posyandu 4. Terdapat 63 Jumlah puskesmas yang memberikan pelayanan Kesehatan di Kota Surabaya 5. Jumlah kelurahan kota Surabaya Tahun 2023 adalah 153 Kelurahan |
Output:
1. Terlaksananya kegiatan Hari Gizi Nasional 2. Terlaksananya pendampingan tenaga ahli 3. Terlaksananya pendampingan konsultan 4. Terlaksananya kegiatan Surabaya EMAS dan Kampung Emas 5. Terpenuhinya kebutuhan gizi pada bayi dan balita 6. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga ahli gizi dan pendamping balita 7. Meningkatnya pengetahuan dan peran serta keluarga dan masyarakat dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Surabaya 8. Tersusunnya dokumen pelaksanaan program gizi di Kota Surabaya
Outcome:
Keberhasilan pelayanan pengelolaan gizi masyarakat |