Gender Analysis Pathway
Kecamatan Lakarsantri

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Progam Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Lidah Kulon
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Lidah Kulon
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Lidah Kulon
Tujuan Sub Kegiatan:
Untuk peningkatan kapasitas, kapabilitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kelurahan dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya sendiri.
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Lidah Kulon L: 90001 orang P: 8928 orang
Jumlah KK di Kel. Lidah Kulon Tahun 2024 adalah 17979 KK
Ketersediaan Balai RW di Kelurahan Lidah Kulon2024 : Ada : 7 RW
Kondisi Balai RW Th 2024: Baik : 7 Rusak Ringan : 0 Rusak Berat : 0
Jumlah warga yang dilibatkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan sub kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Lidah Kulon adalah 90 Orang dengan rincian : L : 70 P : 20
Akses:
Adanya kesamaan kesempatan menerima informasi tentang pembangunan sarana prasarana wilayah dan pemberdayaan masyarakat. Namun Jumlah penerima informasi perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Dengan perbandingan L : 5% P : 3.5%
Partisipasi:
Jumlah warga yang hadir dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan sarana prasarana wilayah dan pemberdayaan masyarakat lebih banyak laki-laki daripada perempuan dengan presentase sebanyak L : 4.5%, P : 1.2%.
Kontrol:
Kontrol pejabat yang melakukan pengawasan pada kegiatan tersebut Eselon III : L : 1 P : 0 Eselon IV L : 3 P : 2
Manfaat:
Dengan adanya Program Pemberdayaan Masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kelurahan dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya sendiri.
1. Tidak semua SDM dalam OPD paham tentang konsep Gender atau pembangunan responsif Gender. 2. Kurang tersedianya sarana prasarana untuk mendukung kesetaraan Gender. 1. Adanya persepsi masyarakat bahwa pembangunan sarana prasarana wilayah dan Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan adalah tanggung jawab laki-laki 2. Adanya anggapan bahwa perempuan lebih cocok menangani pekerjaan domestic/rumah tangga Meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kelurahan dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya sendiri dengan mensetarakan kesenjangan Gender 1. Memberikan pemahaman tentang konsep responsive Gender 2. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa Pembangunan sarana prasarana wilayah dan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan secara berkala merupakan tanggung jawab bersama baik laki – laki maupun perempuan 1. Memastikan jumlah warga Masyarakat yang menerima informasi terkait dengan sarana prasarana wilayah dan Pemberdayaan masyarakat di Kelurahan 2. Memastikan jumlah warga Masyarakat yang menerima informasi terut serta memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan Memastikan jumlah warga Masyarakat yang menerima informasi terkait dengan sarana prasarana wilayah dan Pemberdayaan masyarakat L : 70 P : 20
Output:
OPD dapat memahami konsep perencanaan dan penganggaran responsive Gender
Outcome:
Terumuskannya anggaran responsive Gender sesuai dengan tupoksi dan kewenangan OPD dalam Progam Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan