Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA KELURAHAN LIDAH KULON
Kegiatan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Lidah Kulon
Sub Kegiatan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Kesejahteraan Warga Melalui Pembangunan |
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Lidah Kulon L: 90001 orang P: 8928 orang
Jumlah warga yang dilibatkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan sub
kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan adalah 90 Orang :
L : 70
P : 20
Ketersediaan Balai RW 2024 :
Ada : 7 RW dan 2 RW belum memiliki balai RW
Jumlah Ketua RW 2024
L : 8 orang
P : 1 orang
Kondisi Balai RW Th 2024:
Baik : 7
Rusak Ringan : 0
|
Akses:
Semua warga mendapatkan akses Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan
Partisipasi:
Warga Lidah Kulon berperan aktif dalam pembangunan dan Tingginya antusias di masyarakat untuk menggunakan balai RW sebagai tempat kegiatan
Kontrol:
Kontrol pejabat yang melakukan pengawasan pada kegiatan tersebut Eselon III : L : 1 P : 0 Eselon IV L : 5 P : 0 serta LPMK, RT, RW
Manfaat:
Dengan adanya Program Pembangunan Sarana dan Prasarana diharapkan masyarakat di Kelurahan Warga Lidah Kulon mendapatkan fasilitas sarana prasarana yang memadai dan sumber daya sendiri. |
Kurang tersedianya sarana prasarana untuk mendukung kesetaraan Gender. | 1. Adanya persepsi masyarakat bahwa pembangunan sarana prasarana wilayah Kelurahan adalah tanggung jawab laki-laki 2. Adanya anggapan bahwa perempuan lebih cocok menangani pekerjaan domestic/ rumah tangga | Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan untuk mendukung kelancaran aktivitas warga, Pelayanan masyarakat serta meningkatkan potensi pengembangan Pemerintah Kota untuk mendukung peningkatan pelayanan warga | 1. Memberikan pemahaman tentang konsep responsive Gender 2. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa, Pembangunan sarana prasarana secara berkala merupakan tanggung jawab bersama baik laki– laki maupun perempuan | 1. Memastikan jumlah warga Masyarakat yang menerima informasi terkait dengan sarana prasarana wilayah di Kelurahan 2. Memastikan jumlah peran serta warga Masyarakat yang menerima informasi turut serta memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan L : 70 P : 20 |
Output:
Pembangunan Sarana dan Prasarana mendukung kelancaran aktivitas warga
Outcome:
Jumlah sarana dan prasaran yang memadai |