Gender Analysis Pathway
Dinas Kesehatan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah/kabupaten
Sub Kegiatan:
Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Jumlah Orang Terduga Menderita HIV yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar
Data Umum:
Data orang berisiko HIV Tahun 2023 sejumlah 85.471 dengan rincian L = 29.003 (33,93%), P = 56.468 (66,07%)
Data kasus HIV tahun 2023 sejumlah 1.260 orang, dengan rincian L = 983 (78,01%), P = 277 (21,99%)
Pemerintah Kota Surabaya saat ini mempunyai 10 Rumah Sakit dan 13 Puskesmas Rujukan pengobatan HIV
-
-
Akses:
Perempuan lebih berisiko terinfeksi HIV dibandingkan laki-laki
Partisipasi:
Perempuan lebih tertutup daripada laki-laki untuk menyampaikan kasus HIV
Kontrol:
a. Dinas Kesehatan b. Puskesmas c. LSM d. Pendamping
Manfaat:
Orang dengan Risiko HIV mendapatkan pelayanan pemeriksaan dan pendampingan
Keterbatasan ASN Dinas Kesehatan, Puskesmas, LSM dan Pendamping tentang konsep kesetaraan dan keadilan gender 1. Masih ada anggapan bahwa orang yang beresiko terinfeksi HIV adalah laki-laki 2. Perempuan lebih beresiko tertular HIV dibandingkan laki-laki 1. Mendapatkan jumlah sasaran populasi berisiko yang melakukan pemeriksaan testing HIV sesuai standar 2. Mendapatkan langkah dan strategi dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV 3. Terlaksananya pendampingan ODHIV yang komprehensif 1. Pengadaan Penyediaan Reagen R0 HIV dan Syphilis sebanyak 1848 box 2. Pertemuan Koordinasi dan Kolaborasi Pencegahan dan Pengendalian HIV 3. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pendampingan Orang dengan HIV (ODHIV) yang dilakukan oleh manager Kasus (Petugas Pendamping) 1. Data orang berisiko HIV Tahun 2023 sejumlah 85.471, dengan rincian L = 29.003 (33,93%) dan P = 56.468 (66,07%) 2. Data kasus HIV tahun 2023 sejumlah 1.260 orang, dengan rincian L = 983 (78,01%) dan P = 277 (21,99%)
Output:
1. Penemuan pasien HIV secara dini dengan melakukan skrining tes dan konseling HIV pada seluruh populasi berisiko seperti Ibu Hamil, Pasien TBC, Pasien IMS, WPS, LSL, Waria, Penasun, serta populasi rentan seperti calon pengantin dan pasien dengan keluhan klinis yang datang ke fasyankes. 2. Pertemuan, koordinasi dan kolaborasi bersama dengan LSM, tenaga kesehatan, petugas pendamping HIV untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni dalam pengendalian HIV di Kota Surabaya. 3. Pendampingan untuk monitoring kepatuhan minum obat, dampak pengobatan dan keberhasilan pengobatan ARV
Outcome:
Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV