Gender Analysis Pathway
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PENDAFTARAN PENDUDUK
Kegiatan:
Pelayanan Pendaftaran Penduduk
Sub Kegiatan:
Pencatatan, Penatausahaan, dan Penerbitan Dokumen atas Pendaftran Penduduk
Tujuan Sub Kegiatan:
Agar masyarakat sadar dan tertib administrasi kependudukan
Data Umum:
-
Data pemohon yang mengurus cetak ulang KIA per Januari - Agustus 2022 yakni 40.386 laki-laki dan 39.296 perempuan.
Data pemohon yang akan mengajukan cetak KTP per Januari - Agustus 2022 yakni Laki-laki 85.354 jiwa dan perempuan 72.081 jiwa.
Data penduduk yang belum mencetak KIA pada bulan Januari sampai dengan Agustus 2022 yakni 151.669 laki-laki dan 141.887 perempuan.
Data penduduk yang belum mencetak KTP pada bulan JAnuari sampai dengan Agustus 2022 yakni 84.951 untuk laki-laki dan 79.024 untuk perempuan.
Akses:
Baik laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan pendaftaran penduduk. Permohonan pendaftaran penduduk biasa dilakukan melalui website klampid (v2.klampid.disdukcapilsurabaya.id)
Partisipasi:
- Pemohon yang mengajukan mengurus cetak ulang KIA memiliki persentase 50.68% untuk laki-laki dan 49.32% untuk perempuan. - Pemohon yang mengajukan cetak KTP memiliki persentase yakni 54.20% untuk laki-laki dan 45.80% untuk perempuan.
Kontrol:
- Persetujuan untuk pengurusan data kependudukan mendapatkan persetujuan dari Kepala Bidang Perempuan. - Penentuan pengurusan data kepndudukan lebih banyak di dominasi oleh laki-laki
Manfaat:
Penerima manfaat atas pengurusan data kependudukan terkait KK, KIA, KTP dan SKPWNI didominasi oleh laki-laki.
1. Sarana dan prasarana belum optimal seperti blangko habis. 2. Petugas pelaksana dominan laki-laki (64%) Dengan data (petugas non ASN) laki-laki 25 orang dan perempuan 14 orang. a. Masyarakat merasa bahwa persyaratan dan prosedur sulit sehingga perlu untuk disampaikan kepada jajaran RT/RW. b. Adanya anggapan bahwa perlu adanya percepatan/kecepatan dalam pelayanan publik. Meningkatnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya dan kemudahan kepengurusan kependudukan baik oleh laki-laki maupun perempuan yang bisa dilakukan secara online dengan mengakses website klampid. Sosialisasi administrasi kependudukan baik secara online maupun offline bisa dibantu oleh petugas registrasi dari kelurahan maupun kecamatan melalui aplikasi klampid. Layanan adminduk yang ada di Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil dapat diakses oleh siapapun baik oleh laki-laki maupun perempuan
Output:
Pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan kepada laki-laki dan perempuan baik secara online, offline, maupun akun mandiri dibantu oleh petugas registrasi di kelurahan maupun kecamatan dan petugas registrasi di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya melalui aplikasi KNG.
Outcome:
Terlaksananya pelayanan adminduk baik secara online ataupun offline oleh laki-laki atau perempuan yang diukur dari Nilai Kepuasan Masyarakat.