Gender Analysis Pathway
Kecamatan Sawahan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Putat Jaya
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Mengembangkan kemampuan pengurus RT dan RW yang melayani masyarakat di kelurahan
Data Umum:
Data Pembuka Wawasan
Jumlah Penduduk kelurahan Putat Jaya = 47.964 jiwa, L = 24.010, P = 23.954 jiwa
Jumlah ketua RW = 15 orang, ketua RW laki-laki = 114 0rang, ketua RW perempuan = 1 orang, Jumlah ketua RT = 115 orang, ketua RT laki-laki = 104 orang, ketua RT perempuan = 11 orang
Jumlah balai RW = 15 banguan, jumlah balai RT = 0 banguan
Intervensi terhadap pengurus RT dan RW berupa honorarium, penambahan sarpras dan bantuan biaya listrik dan air terhadap balai RW
Akses:
Pengurus RT dan RW dapat mengakses aplikasi pelayanan serta pendampingan dari petugas kelurahan
Partisipasi:
Pengurus RT dan RW mendapatkan intervensi berupa pendampingan dari kelurahan
Kontrol:
Pengurus RT dan RW dapat mengembangkan kemampuan penguasaan teknologi informasi berupa pendampingan pelayanan masyarakat di balai RW
Manfaat:
Pengurus RT dan RW mendapatkan dukungan pemenuhan sarpras di balai RW berdampak peningkatan pelayanan pada masyarakat
Belum optimalnya perencanaan anggaran tahun 2003 dalam hal pemenuhan biaya operasional berupa honorarium LPMK, RW dan RT serta sarana dan prasarana di balai RW Terbatasnya sarpras dan biaya operasional para pengurus RT dan RW sehingga menyebabkan pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal Mengembangkan pelayanan pada masyarakat di balai RW dengan pemenuhan sarana dan prasarana di balai RW 1. Pengadaan sarana dan prasarana di balai RW, 2. Peningkatan operasional ketua LPMK, RW dan RT, 3. Peningkatan biaya operasional Balai RW Rasionalisasi terhadap : 1. Anggaran sarpras untuk balai RW, 2. Honorarium ketua LPMK, RW dan RT, 3. Biaya listrik dan air balai RW
Output:
1. Terwujudnya perlengkapan penunjang pelayanan masyarakat di balai RW, 2. Terbayarnya honorarium ketua LPMK, RW dan RT, 3. Terbayarnya biaya listrik dan air balai RW
Outcome:
Jumlah masyarakat yang dapat terlayani di balai RW meningkat