Gender Analysis Pathway
Dinas Kesehatan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan upaya kesehatan masyarakat
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis
Tujuan Sub Kegiatan:
Terlaksananya kegiatan-kegiatan yang tergabung dalam sub kegiatan Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis Tahun 2024
Data Umum:
Jumlah terduga TBC Tahun 2023 sebanyak 89.404 (139,56 persen) dengan rincian L : 38.466 (43,03 persen) dan P : 50.938 (56.97 persen)
-
-
-
-
Akses:
1. Orang Terduga Tuberculosis Laki-laki dan perempuan mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan pelayanan Kesehatan (deteksi dini, pemeriksaan dan pendampingan) 2. Keterbatasan Informasi yang diterima orang Terduga Tuberculosis menyebabkan kurangnya pengetahuan tentangTuberculosis 3. Perempuan cenderung mendapatkan informasi lebih banyak daripada laki2, saat pertemuan2 sosial masyarakat
Partisipasi:
1. Jumlah perempuan terduga Tuberculosis lebih tinggi dari pada laki2 2. Tidak semua orang terduga Tuberculosis memeriksakan kesehatannya ke fasilitas-fasilitas Kesehatan
Kontrol:
Pemegang Program di bidang P2P di Dinas Kesehatan, Petugas Pelayanan Kesehatan, Petugas Pendamping yang Sebagian besar perempuan
Manfaat:
Deteksi dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin kasus Tuberculosis
1. Berkurangnya SDM Dinas Kesehatan 2. Berkurangnya Petugas Kesehatan terlatih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan 3. Berkurangnya Personil lainnya (contoh : Petugas Pendamping) Peran seluruh sektor terkait dalam untuk mendukung upaya pengendalian TBC belum maksimal 1. Memenuhi target program deteksi dini, penemuan kasus, dan terduga kasus TBC 2. Memenuhi kebutuhan BMHP pemeriksaan TBC 3. Meningkatkan angka kesembuhan dengan melakukan pendampingan pasien TBC RO secara optimal 4. Mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi pasien TBC RO dengan melakukan kegiatan Contact Tracing 5. Menurunkan angka drop out dengan melakukan pelacakan pasien TBC RO mangkir 6. Meningkatkan kapasitas terkait Program TBC melalui pertemuan 7. Melakukan validasi data Program TBC Melalui Aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) 8. Melakukan Monitoring dan Evaluasi TBC Data Program TBC Pengadaan Cartridge TCM MTB/RIF Ultra Assay Kit, Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC Jumlah terduga TBC Tahun 2023 sebanyak 89.404 (139,56 persen) dengan rincian L : 38.466 (43,03 persen) dan P : 50.938 (56.97 persen)
Output:
Terlaksananya Pengadaan Cartridge TCM MTB/RIF Ultra Assay Kit, Pendampingan pasien TBC RO yang optimal dan Pertemuan-Pertemuan Program TBC
Outcome:
TerlaksananyaPengelolaan Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis