Gender Analysis Pathway
Dinas Kesehatan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Kegiatan:
Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktif
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Jumlah Penduduk Usia Produktif yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar
Data Umum:
Jumlah Puskesmas di Surabaya sebanyak 63 Puskesmas
Data Kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2023 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.936.833 jiwa, dengan rincian L : 1.449.930 jiwa (49,37%) P : 1.486.903 jiwa (50,63%)
Penduduk Usia Produktif tahun 2023 sejumlah 2.041.119 dengan rincian L = 1.004.851 dan P = 1.036.268
Jumlah kunjungan pasien puskesmas tahun 2023, rawat jalan sebanyak 536.898 jiwa, L = 245.213, P = 291.685. Dan pasien kunjungan rawat inap sebanyak 11.183 jiwa, L = 3.264, P = 7.919. Total pasien sebanyak 548.081 orang dengan rincian L : 248.477 (45,34%) P: 299.604 (54,66%)
-
Akses:
Adanya kesamaan akses perempuan dan laki-laki terhadap pelayanan Puskesmas
Partisipasi:
Proporsi perempuan yang berkunjung ke puskesmas lebih besar dibandingkan laki-laki
Kontrol:
Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas, Tim
Manfaat:
Laki-laki dan perempuan mendapatkan manfaat yang sama untuk meningkatkan derajat kesehatannya
Keterbatasan Jumlah Sumber Daya Manusia di Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Puskesmas, Pendamping dan Tim yang memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender Masih ada anggapan kuat di masyarakat bahwa penduduk usia produktf laki-laki lebih kuat daripada perempuan 1. Melakukan deteksi dini risiko penyakit pada masyarakat; 2. Meningkatkan pencegahan dan penemuan dini faktor risiko; 3. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanganan kesehatan jiwa di wilayahnya 1. Wawancara faktor risiko; 2. Pengukuran antropometri dan pemeriksaan tekanan darah; 3. Pemeriksaan, profil lipid, Indera, IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan; 4. Posyandu Jiwa di 63 Puskesmas; 5. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi 1. Jumlah Puskesmas di Surabaya sebanyak 63 Puskesmas; 2. Data Kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2023 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.936.833 jiwa, dengan rincian L : 1.449.930 jiwa (49,37%) P : 1.486.903 jiwa (50,63%); 3. Penduduk Usia Produktif tahun 2023 sejumlah 2.041.119 dengan rincian L = 1.004.851 dan P = 1.036.268; 4. Jumlah kunjungan pasien puskesmas tahun 2023, rawat jalan sebanyak 536.898 jiwa, L = 245.213, P = 291.685. Dan pasien kunjungan rawat inap sebanyak 11.183 jiwa, L = 3.264, P = 7.919. Total pasien sebanyak 548.081 orang dengan rincian L : 248.477 (45,34%) P: 299.604 (54,66%)
Output:
1. Terlaksananya wawancara faktor risiko; 2. Terlaksananya pengukuran antropometri dan pemeriksaan tekanan darah; 3. Terlaksananya Pemeriksaan, profil lipid, Indera, IVA SADANIS, deteksi dini jantung menggunakan EKG, deteksi dini PPOK pada perokok dan kadar CO pernapasan; 4. Terlaksananya Posyandu Jiwa di 63 Puskesmas; 5. Hasil temuan monitoring dan evaluasi
Outcome:
Meningkatnya Jumlah Penduduk Usia Produktif yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar yang berkeadilan gender