Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Kegiatan:
Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pembangunan Puskesmas
Tujuan Sub Kegiatan:
Menambah ketersediaan Pukesmas baik secara fisik maupun perencanaan kebutuhan guna meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tingkt pertama |
Data Umum:
Data Kependudukan warga Kota Surabaya padat tahun 2023 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.936.833 jiwa, dengan rincian L : 1.449.930 jiwa (49,37 persen) P : 1.486.903 jiwa (50,63 persen)
Penduduk Kota Surabaya yang memiliki jaminan kesehatan pada tahun 2023 sebanyak 2.960.779 jiwa (100,8 persen)
Data kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2023 menurut proyeksi adalah kurang lebih 2.928.058 jiwa dengan rincian L : 1.445.775 jiwa (49,38 persen) P : 1.482.283 jiwa (50,62 persen)
Jumlah kunjungan pasien puskesmas tahun 2022, pasien baru sebanyak 377.911, L = 171.528, P = 206.383. Dan pasien lama sebanyak 2.170.096, L = 857.444, P = 1.312.652. Total pasien sebanyak 2.548.007 orang dengan rincian L : 1.028.972 (40,38 persen) P: 1.519.035 (59,72 persen)
Ketersediaan Puskesmas di wilayah Surabaya tersebar pada 5 wilayah pusat, utara, selatan, timur dan barat dengan total 63 puskesmas. Rencana Pembangunan Puskesmas di 7 wilayah yaitu Pegirian, sidosermo, Manukan, bulakbanteng, morokrembangan, sidotopo, Gading
|
Akses:
Akses laki-laki dalam mendapatkan pelayanan kesehatan lebih sedikit dibandingkan akses perempuan ke sarana pelayanan kesehatan
Partisipasi:
Kemudahan rujukan bagi peserta laki-laki hampir sama dengan perempuan
Kontrol:
Pengambil keputusan di Dinas Kesehatan adalah Kepala Dinas Kesehatan
Manfaat:
Warga Kota Surabaya yang ber-KTP Surabaya akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara merata |
1. Keterbatasan SDM di Dinas Kesehatan dalam penyediaan pelayanan kesehatan 2. Keterbatasan sarana dan prasarana di Puskesmas 3. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Puskesmas cukup besar | 1. Lokasi dan bangunan Puskesmas yang sudah ada belum memenuhi standar 2. Masih ada masyarakat atau penduduk Kota Surabaya yang belum bisa mengakses puskesmas | Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkeadilan gender | 1. Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Puskesmas meliputi dokumen studi kelayakan pendirian puskesmas, dokumen lingkungan meliputi AMDAL, UPL/UKL (a. Diskusi dengan stakeholders b. Kajian dokumen c. Perancangan dan penyusunan skenario); 2. Pembangunan Puskesmas di 7 wilayah | 1. Data Kependudukan warga Kota Surabaya padat tahun 2023 berdasarkan data Dispendukcapil adalah 2.936.833 jiwa, dengan rincian L : 1.449.930 jiwa (49,37 persen)P : 1.486.903 jiwa (50,63 persen) 2. Penduduk Kota Surabaya yang memiliki jaminan kesehatan pada tahun 2023 sebanyak 2.960.779 jiwa (100,8 persen) 3. Data kependudukan warga Kota Surabaya pada tahun 2023 menurut proyeksi adalah kurang lebih 2.928.058 jiwa dengan rincian L : 1.445.775 jiwa (49,38 persen) P : 1.482.283 jiwa (50,62 persen) 4. Jumlah kunjungan pasien puskesmas tahun 2022, pasien baru sebanyak 377.911, L = 171.528, P = 206.383. Dan pasien Lama sebanyak 2.170.096, L = 857.444, P = 1.312.652. Total pasien sebanyak 2.548.007 orang dengan rincian L : 1.028.972 (40,38 persen) P : 519.035 (59,72 persen) 6. Ketersediaan Puskesmas di wilayah Surabaya tersebar pada 5 wilayah pusat, utara, selatan, timur dan barat dengan total 63 puskesmas 7. Rencana Pembangunan Puskesmas di 7 wilayah yaitu Pegirian, sidosermo, Manukan, bulakbanteng, morokrembangan, sidotopo, Gading. |
Output:
1. Tersusunnya dokumen studi kelayakan pendirian puskesmas dan dokumen lingkungan 2. Berdirinya Puskesmas Baru dan siap beroperasional
Outcome:
Ketersediaan Puskesmas baik secara fisik maupun perencanaan kebutuhan guna meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tingkat pertama |