Gender Analysis Pathway
Dinas Pendidikan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.01 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.01.0050 Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik
Tujuan Sub Kegiatan:
Memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kurikulum yang berlaku, serta memastikan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran
Data Umum:
1. Jumlah guru kelas SD Negeri dan Swasta L: 4.000 (44,93%) P: 4.903 (55,07%) 2. Guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%)
Akses: Adanya kesamaan akses bagi guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS di tahun 2024 : L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%)
Partisipasi: Jumlah guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS di tahun 2024 : L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%) Dari data tersebut terdapat perbedaan yakni lebih banyakguru kelas 1 SD Negeri dan Swasta perempuan yang mengikuti kegiatan sosialiasi MPLS dari pada guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta laki-laki.
Kontrol: Pejabat pengawas subkegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik didominasi oleh perempuan. Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 0 P : 1 Eselon IV : L : 0 P : 1
Manfaat: Kegiatan sosialisasi MPLS agar mempersiapkan para pendidik dalam menyambut siswa baru dan memulai tahun ajaran baru. Jumlah guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS di tahun 2024 : L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%)
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS di tahun 2024 : L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%)
Partisipasi:
Jumlah guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS di tahun 2024 : L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%) Dari data tersebut terdapat perbedaan yakni lebih banyakguru kelas 1 SD Negeri dan Swasta perempuan yang mengikuti kegiatan sosialiasi MPLS dari pada guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta laki-laki.
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik didominasi oleh perempuan. Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 0 P : 1 Eselon IV : L : 0 P : 1
Manfaat:
Kegiatan sosialisasi MPLS agar mempersiapkan para pendidik dalam menyambut siswa baru dan memulai tahun ajaran baru. Jumlah guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS di tahun 2024 : L: 46 (3,38%) P: 1.362 (96,62%)
1. Belum semua SDM memahami konsep Pengarusutamaan gender & Perencanaan Penganggaran responsif Gender 2. Stereotip gender dapat mempengaruhi persepsi terhadap kemampuan dan karakteristik guru kelas berdasarkan jenis kelamin. Hal ini dapat memengaruhi pandangan masyarakat, murid, dan bahkan rekan- rekan guru terhadap kompetensi guru. Peran guru perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat kelas atau sekolah mungkin tidak seimbang dengan rekan- rekan laki-laki mereka. Ini dapat memengaruhi implementasi kebijakan dan pengambilan keputusan di tingkat tersebut. Pengembangan profesional tanpa diskriminasi hal ini memastikan bahwa guru, tanpa memandang jenis kelamin, dengan memiliki akses yang sama terhadap peluang pengembangan profesional, kursus lanjutan dan sumber daya pendidikan lainnya. 1.Melaksanakan program pelatihan untuk guru dan staf sekolah tentang kesetaraan gender, kesadaran akan stereotip, dan cara mengatasi bias gender di dalam dan luar kelas. 2. Membangun program mentoring yang mendukung guru perempuan dan laki-laki dalam mencapai tujuan karir mereka, serta mendorong kolaborasi antar guru untuk membangun lingkungan inklusif. 3.Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait kegiatan sosialisasim MPLS di sekolah. 1.Rapat koordinasi Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah SD Negeri dan Swasta terkait konsep Pengarusutamaan gender&Perencanaan Penganggaran responsif Gender 2.Sosialisasi MPLS pada guru kelas SD Negeri dan Swasta 3.Melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait kegiatan MPLS di sekolah.
Output:
1. Jumlah kepala sekolah yang mengikuti pengarahan: SDN: 284 orang SDS: 231 orang 2.Jumlah perwakilan guru kelas yang mengikuti pengarahan: SD Negeri dan Swasta : 655 orang 3.Jumlah guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS : 1.362
Outcome:
1. Indikator Program: Persentase SD terakreditasi minimal B : 94,14% 2. Indikator Kegiatan: Jumlah satuan pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar 649 satuan pendidikan 3. Indikator Subkegiatan: Jumlah guru kelas 1 SD Negeri dan Swasta yang mengikuti kegiatan sosialisasi MPLS : 1.362