Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.02.0038 Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa
Tujuan Sub Kegiatan:
Menumbuhkan dan memupuk bakat para peserta didik baik di bidang akademis dan non akademis |
Data Umum:
1. Jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta L: 80.388(51.22%) P: 76.558(48.78%) 2. Jumlah ketua OSIS SMPN dan SMPS mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan L: 165 (39.76%) P: 250(60.24%)
Akses: Adanya kesamaan akses bagi siswa SMP Negeri dan Swasta
L: 80.388 (51.22%)
P: 76.558 (48.78%)
Partisipasi: Jumlah ketua OSIS SMPN dan SMPS mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan
L: 165 (39.76%)
P: 250 (60.24%)
Dari data tersebut terdapat perbedaan pengikut bimbingan teknis antara wakil kepala sekolah kurikulum perempuan dengan laki-laki sebesar 20.57%
Kontrol: Pejabat pengawas subkegiatan Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa didominasi oleh laki-laki.
Pejabat pengampu kegiatan
Eselon II :
L : 1
P : 0
Eselon III :
L : 1
P : 0
Ketua Tim Kerja :
L : 1
P : 0
Manfaat: Pemberian Biaya Jasa Pelayanan Masyarakat kepada Tenaga Pendidik PAUD dapat Meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi tenaga pendidik PAUD untuk memberikan pengajaran yang efektif dan merespons kebutuhan perkembangan anak- anak.
Jumlah Tenaga Pendidik PAUD Penerima Biaya Jasa Pelayanan Masyarakat di tahun 2024:
L: 77 (0,98%)
P: 7.786 (99,02%)
|
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi siswa SMP Negeri dan Swasta L: 80.388 (51.22%) P: 76.558 (48.78%)
Partisipasi:
Jumlah ketua OSIS SMPN dan SMPS mengikuti pelatihan dasar kepemimpinan L: 165 (39.76%) P: 250 (60.24%) Dari data tersebut terdapat perbedaan pengikut bimbingan teknis antara wakil kepala sekolah kurikulum perempuan dengan laki-laki sebesar 20.57%
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Pembinaan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa didominasi oleh laki-laki. Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Ketua Tim Kerja : L : 1 P : 0
Manfaat:
Pemberian Biaya Jasa Pelayanan Masyarakat kepada Tenaga Pendidik PAUD dapat Meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi tenaga pendidik PAUD untuk memberikan pengajaran yang efektif dan merespons kebutuhan perkembangan anak- anak. Jumlah Tenaga Pendidik PAUD Penerima Biaya Jasa Pelayanan Masyarakat di tahun 2024: L: 77 (0,98%) P: 7.786 (99,02%) |
1. Belum semua SDM memahami konsep Pengarusutamaan gender&Perencanaan Penganggaran responsif Gender 2. Adanya Ketidaksetaraan gender dalam akses ke pendidikan formal di beberapa wilayah dapat membatasi pilihan karir bagi perempuan, dan pekerjaan di bidang PAUD mungkin menjadi opsi yang lebih dapat diakses. | Adanya Stereotip tradisional tentang peran gender di masyarakat dapat mempengaruhi pilihan karir. Sebagai contoh Peran perempuan sering kali terkait dengan kegiatan merawat dan mengasuh anak-anak, yang sejalan dengan pekerjaan sebagai tenaga pendidik PAUD. | Memberikan intervensi kepada Pendidik PAUD berupa Penerima Biaya Jasa Pelayanan Masyarakat sebanyak 7.863 Tenaga Pendidik sebagai salah satu bentuk Meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi tenaga pendidik PAUD untuk memberikan pengajaran yang efektif dan merespons kebutuhan perkembangan anak-anak. | 1.Memberikan pendampingan pada staf perwakilan bidang untuk mempejari konsep Pengarusutamaan gender&Perencanaan Penganggaran responsif Gender 2.Memberikan pengarahan kepada Tenaga Pendidik PAUD terkait Kesetaraan gender dalam akses ke pendidikan formal 3. Dinas Pendidikan Mengevaluasi terhadap kualitas layanan pendidikan, dan secara berkelanjutan meningkatkan metode pengajaran dan manajemen pendidikan berdasarkan temuan evaluasi. | 1.Rapat koordinasi internal Dinas Pendidikan terkait konsep Pengarusutamaan gender&Perencanaan Penganggaran responsif Gender 2.Sosialisasi kepada Tenaga Pendidik PAUD terkait pendidikan formal 3.Melakukan evaluasi terhadap kualitas layanan pendidikan, dan secara berkelanjutan meningkatkan metode pengajaran dan manajemen pendidikan berdasarkan temuan evaluasi. |
Output:
1.Jumlah Pegawai yang mengikuti pengarahan terkait konsep Pengarusutamaan gender&PerencanaanPenganggaran responsif Gender L: 5 orang (50%) P: 5 orang(50%) 2.Jumlah Tenaga Pendidik PAUD yang mengikuti Sosialisasi Kesetaraan gender dalam akses ke pendidikan formal sebanyak 7.863 TenagaPendidik 3. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap kualitas layanan pendidikan.
Outcome:
1. Indikator Program: Persentase guru PAUD yang kompeten 100% 2. Indikator Kegiatan: 12 laporan pencairan jasa pelayanan pendidik PAUD Indikator Subkegiatan: Jumlah Tenaga Pendidik PAUD Penerima Biaya Jasa Pelayanan Masyarakat di Lingkungan Kota Surabaya sebanyak 7.863 Tenaga Pendidik |