Gender Analysis Pathway
Dinas Pendidikan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.02.0040 Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Sekolah Menengah pertama
Tujuan Sub Kegiatan:
Tersedianya Guru (Pendidik) Inklusi yang diharapkan dengan kualifikasi dan kemampuannya dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.sesuai dengan Undang- undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan akhlak yang mulia.
Data Umum:
Jumlah pendidik Inklusi SMP: L: 21(30,88%) P: 47(69,12%)
Akses : Adanya kesamaan akses untuk mendapatkan fasilitasi kenaikan pangkat/golongan ,pemberian promosi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi L: 21(30,88%) P: 47 (69,12%)
Partisipasi : Jumlah pendidik inklusi SMP: L: 21 (30,88%) P: 47(69,12%)
Kontrol : Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 0 P : 1 Eselon IV : L : 1 P : 0
Manfaat :Jumlah pendidik inklusi SMP yang mendapatkan fasilitasi kenaikan pangkat/golongan,pemberian promosi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi: L: 21(30,88%) P: 47(69,12%)
Akses:
Adanya kesamaan akses untuk mendapatkan penilaian kinerja L: 21 (30,88%) P: 47 (69,12%)
Partisipasi:
Proporsi jumlah pendidik inklusi SMP perempuan lebih besar daripada jumlah pendidik inklusi SMP laki-laki
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama didominasi oleh laki-laki.
Manfaat:
Pendidik inklusi SMP mendapatkan fasilitasi kenaikan pangkat/golongan,pem berian promosi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi
1. Masih adanya SDM di PD terkait yang belum memahami konsep gender 2. Belum terciptanya budaya organisasi yang ramah terhadap salah satu gender Mayoritas pendidik inklusi SMP adalah perempuan, karena dianggap lebih mampu berpartisipasi di sekolah. Tersedianya Guru (Pendidik) inklusi SMP yang diharapkan dengan kualifikasi dan kemampuannya dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.sesuai dengan Undang- undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan akhlak yang mulia. 1. Pengembang an Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru inklusi SMP 2. Pengembang an Keprofesian Berkelanjutan bagi Pengawas SMP 3. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Kepala SMP 4. Penguatan Tim Penilai Angka Kredit. 5. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, narasumber yang menyampaikan materi adalah dari guru dan kepala sekolah yang telah mengikuti TOT, akademisi Perguruan Tinggi dan praktisi/pakar Data Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan SMP yang mendapatkan fasilitasi kenaikan pangkat/golongan,pemberian promosi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi: L: 21(30,88%) P: 47(69,12%)
Output:
Jumlah pendidik inklusi SMP yang mendapatkan fasilitasi kenaikan pangkat/golongan,pemberian promosi, peningkatan kompetensi dan kualifikasi: 1.013 orang
Outcome:
Indeks Pendidikan: 79,33%