Gender Analysis Pathway
Dinas Pendidikan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.04 Pengelolaan Pendidikan Non- Formal/Kesetaraan
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.04.0046 Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik
Tujuan Sub Kegiatan:
Memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut untuk menjamin pemenuhan hak peserta didik
Data Umum:
1. Jumlah siswa LKP dan PKBM L: 8.587 (51.95%) P: 7.943 (48.05%) 2. Jumlah penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%)
Akses: Adanya kesamaan akses bagi penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%)
Partisipasi: Jumlah penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%) Dari data tersebut terdapat perbedaan penerima jasa pelayanan kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki sebesar 32.78%
Kontrol: Pejabat pengawas subkegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik didominasi oleh laki-laki. Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Eselon IV : L : 0 P :1
Manfaat: Adanya jasa pelayanan pendidik kesetaraan yang menyelenggarakan proses belajar. Jumlah penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%)
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%)
Partisipasi:
Jumlah penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%) Dari data tersebut terdapat perbedaan penerima jasa pelayanan kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki sebesar 32.78%
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik didominasi oleh laki-laki. Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Eselon IV : L : 0 P :1
Manfaat:
Adanya jasa pelayanan pendidik kesetaraan yang menyelenggarakan proses belajar. Jumlah penerima jasa pelayanan kesetaraan L: 40 (33.61%) P: 79 (66.39%)
1. Belum semua SDM memahami konsep Pengarusuta maan gender &Perencana an Penganggaran responsif Gender 2. Stereotip gender dapat mempengaruhi persepsi terhadap kemampuan dan karakteristik satuan pendidikan berdasarkan jenis kelamin. Hal ini dapatmemengaruhi pandanganmasyarakat,murid, dan bahkan guru terhadap penyelenggaraan proses belajar. 1. Persepsi masyarakat tentang peran gender yang kaku dapat memengaruhi akses dan partisipasi anak perempuan dalam pendidikan. Misalnya, dalam beberapa budaya, anak perempuan dianggap lebih cocok untuk melakukan pekerjaan rumah tangga daripada mengikuti pendidikan formal atau nonformal. 2. Kendala di lapangan adalah kurangnya dukungan peran positif untuk setiap gender, yang dapat menjadi penghambat keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan karir pendidik dan tenaga kependidikan. Meningkatkan aksesibilitas pendidikan untuk anak perempuan di semua tingkat, termasuk pendidikan PAUD dan nonformal, dengan mengurangi hambatan-hambatan seperti jarak, transportasi, dan stereotip gender yang membatasi partisipasi mereka. Melaksanakan program pelatihan untuk satuan pendidikan nonformal tentang kesetaraan gender, kesadaran akan stereotip, dan cara mengatasi bias gender di dalam dan luar kelas. Rapat koordinasi Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan nonformal terkait konsep pelatihan Pengarusutamaan Gender dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender.
Output:
Jumlah siswa LKP dan PKBM: L : 8.587 (51,95%) P : 7.943 (48,05%) Jumlah penerima jasa pelayanan kesetaraan: L : 40 (33.61%) P : 79 (66.39%)
Outcome:
Persentase Pendidikan Nonformal/Kesetaraan yang sesuai dengan standar nasional pendidikan adalah 89,21%.