Gender Analysis Pathway
Dinas Pendidikan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.04 Pengelolaan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.04.0017 Pengelolaan DanaBOP SekolahNonformal/Kesetaraan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan layanan pendidikan dan mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan
Data Umum:
1. Jumlah siswa LKP dan PKBM: L : 8.587 (51,95%) P : 7.943 (48,05%) 2. Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: L : 1.504 (63,43%) P : 867 (36,56%)
Akses: Adanya kesamaan akses bagi siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%)
Partisipasi: Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%) Dari data tersebut, terdapat perbedaan penerima seragam antara siswa laki-laki dan perempuan sebesar 26,87%.
Kontrol: Pejabat pengawas subkegiatan Pengelolaan Dana BOP Sekolah Nonformal/Kesetaraan didominasi oleh laki-laki. Pejabat pengampu kegiatan: Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Eselon IV : L : 1 P : 0
Manfaat: Siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%)
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%)
Partisipasi:
Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%) Dari data tersebut, terdapat perbedaan penerima seragam antara siswa laki-laki dan perempuan sebesar 26,87%.
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Pengelolaan Dana BOP Sekolah Nonformal/Kesetaraan didominasi oleh laki-laki. Pejabat pengampu kegiatan: Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Eselon IV : L : 1 P : 0
Manfaat:
Siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%)
1. Belum semua SDM memahami konsep pengarusutamaan gender dalam penerimaan manfaat dan perencanaan penganggaran responsif gender. 2. Kurangnya partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan dan alokasi dana bantuan operasional penyelenggaraan di sekolah dapat menyebabkan ketidaksetaraan. Norma dan budaya masyarakat yang membatasi peran perempuan atau memberikan preferensi kepada laki-laki dapat menciptakan kesenjangan dalam akses perempuan terhadap bantuan operasional penyelenggaraan. Mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan yang sensitif terhadap gender untuk memastikan penerimaan manfaat dana bantuan operasional penyelenggaraan berdasarkan prinsip kesetaraan. 1. Melaksanakan program pelatihan untuk guru dan staf sekolah tentang kesetaraan gender, kesadaran akan stereotip, dan cara mengatasi bias gender di dalam dan luar sekolah. 2. Mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil di sekolah sampai dengan batas waktu yang ditentukan setiap tahunnya. 3. Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait data siswa yang memperoleh intervensi bantuan operasional penyelenggaraan. 1. Rapat koordinasi Dinas Pendidikan dan sekolah kesetaraan terkait konsep pengarusutamaan gender dan perencanaan penganggaran responsif gender. 2. Melakukan koordinasi dengan satuan pendidikan terkait pengelolaan dana bantuan operasional penyelenggaraan.
Output:
1. Jumlah siswa LKP dan PKBM: Laki-laki: 8.587 (51,95%) Perempuan: 7.943 (48,05%) 2. Jumlah siswa dari sekolah yang menerima bantuan operasional penyelenggaraan kesetaraan: Laki-laki: 1.504 (63,43%) Perempuan: 867 (36,56%)
Outcome:
1. Persentase Pendidikan Nonformal/Kesetaraan yang sesuai dengan standar nasional pendidikan: 89,21%. 2. Jumlah Sekolah Nonformal/Kesetaraan yang mengelola Dana BOP: 27 satuan pendidikan.