Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.02.0058 Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik
Tujuan Sub Kegiatan:
Menyosialisasikan Kebijakan tentang Pelaksanaan Ujian Sekolah dan Asesmen Nasional, Memberikan Pelatihan kepada Guru tentang Model Soal Asesmen Nasional dan Rencana Pembelajarannya, serta Menyusun Soal Asesmen Nasional |
Data Umum:
1.Jumlah Guru SMP Negeri dan Swasta L: 4.572 (54,02%) P: 3.891 (45,98%) 2.Wakil Kepala Sekolah Kurikulum Mendapatkan Bimbingan Teknis Pendidikan L: 91 (34,08%) P: 176 (65,92%)
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi wakil kepala sekolah kurikulum yang mendapatkan bimbingan teknis pendidikan
L: 91 (34,08%)
P: 176 (65,92%)
Partisipasi:
Jumlah wakil kepala sekolah yang mendapatkan bimbingan teknis pendidikan
L: 91 (34,08%)
P: 176 (65,92%)
Dari data tersebut terdapat perbedaan pengikut bimbingan teknis antara wakil kepala sekolah kurikulum perempuan dengan laki-laki sebesar 31,84%.
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik didominasi oleh laki-laki.
Pejabat pengampu kegiatan
Eselon II:
L: 1
P: 0
Eselon III:
L: 1
P: 0
Eselon IV:
L: 0
P: 1
Manfaat:
Bimbingan teknis bagi wakil kepala sekolah kurikulum untuk Model Soal Asesmen Nasional dan rencana pembelajarannya.
Jumlah wakil kepala sekolah yang mendapatkan bimbingan teknis pendidikan
L: 91 (34,08%)
P: 176 (65,92%)
|
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi wakil kepala sekolah kurikulum yang mendapatkan bimbingan teknis pendidikan L: 91 (34,08%) P: 176 (65,92%) P: 47 (69,12%)
Partisipasi:
Jumlah wakil kepala sekolah yang mendapatkan bimbingan teknis pendidikan L: 91 (34,08%) P: 176 (65,92%) Dari data tersebut terdapat perbedaan pengikut bimbingan teknis antara wakil kepala sekolah kurikulum perempuan dengan laki-laki sebesar 31,84%.
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar Bagi Peserta Didik didominasi oleh laki-laki. Pejabat pengampu kegiatan Eselon II: L: 1 P: 0 Eselon III: L: 1 P: 0 Eselon IV: L: 0 P: 1
Manfaat:
Bimbingan teknis bagi wakil kepala sekolah kurikulum untuk Model Soal Asesmen Nasional dan rencana pembelajarannya. Jumlah wakil kepala sekolah yang mendapatkan bimbingan teknis pendidikan L: 91 (34,08%) P: 176 (65,92%) |
Belum semua SDM memahami konsep Pengarusutamaan Gender & Perencanaan Penganggaran Responsif Gender | Kendala di lapangan adalah pelatihan bimbingan teknis kadang terlambat dilaksanakan dikarenakan ketersediaan sarana dan prasarana, serta kesiapan wakil kepala sekolah kurikulum. | Memberikan penguatan implementasi bimbingan teknis kurikulum kepada wakil kepala sekolah kurikulum sebanyak 39.248 satuan pendidikan | 1. Memberikan pendampingan pada staf perwakilan bidang untuk mempelajari konsep Pengarusutamaan Gender & Perencanaan Penganggaran Responsif Gender. 2.Memberikan penguatan implementasi bimbingan teknis untuk standar kurikulum sekolah menengah pertama. | 1. Rapat koordinasi internal Dinas Pendidikan terkait konsep Pengarusutamaan Gender & Perencanaan Penganggaran Responsif Gender. 2. Sosialisasi kerangka dasar dan struktur kurikulum sekolah menengah pertama |
Output:
1. Jumlah guru SMPN/SMPS yang mengikuti pengarahan terkait konsep pengarusutamaan gender dan perencanaan responsif gender sebanyak 8.463. 2. Melakukan sosialisasi kepada wakil kepala sekolah kurikulum yang terdapat 39.248 satuan pendidikan
Outcome:
1. Indikator Program: Persentase SMP terakreditasi minimal B: 96,79% 2. Indikator Kegiatan: Indeks Pendidikan: 79,33% 3. Indikator Subkegiatan: Jumlah Peserta Didik yang Mengikuti Proses Belajar: 39.248 satuan pendidikan |