Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA
Kegiatan:
Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana
Sub Kegiatan:
Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan kapasitas serta peran aktif masyarakat dalam penanggulangan bencana untuk meminimalisir dampak bencana di wilayah masing-masing |
Data Umum:
Jumlah kawasan yang ditingkatkan kapasitasnya dalam pencegahan dan kesiapsiagaan bencana adalah sebanyak 31 kawasan
Jumlah Masyarakat Kota Surabaya L = 1.479.715 jiwa , P = 1.508.148 jiwa
Jumlah masyarakat yang mengikuti pelatihan kelurahan tanggung bencana Januari hingga Juli sebanyak 1156 orang yang terdiri dari : L: 554 orang, P :602
Kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan pada Januari hingga Juli dilaksanakan 13 kawasan
Jumlah petugas mitigasi bencana sebanyak 15 orang laki-laki dan 7 orang perempuan sedangkan peserta peningkatan kapasitas adalah masyarakat di masing-masing Kelurahan Kota Surabaya
|
Akses:
Adanya Kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Partisipasi:
Secara jumlah perempuan yang mengikuti kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan lebih tinggi daripada laki-laki
Kontrol:
Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki
Manfaat:
Masyarakat yang tanggap dalam penanggulangan bencana untuk meminimalisir dampak bencana di kawasan rawan bencana |
- Masih adanya SDM di PD terkait yang belum memahami konsep gender - Belum terciptanya budaya organisasi yang responsif gender mitigasi bencana | - Persepsi pembagian kerja yang bersifat dikotomis antara sektor publik (laki-laki) dan domestik (perempuan) yang pada akhirnya membuat perempuan mengalami hambatan mengakses pengetahuan atau fasilitas yang berada di ranah publik - Masih adanya masyarakat yang menjunjung nilai-nilai budaya patriarki - Dorongan/insting perempuan sebagai seorang ibu untuk melindungi keluarganya saat terjadi bencana | - Meningkatkan kapasitas 31 kawasan rawan bencana melalui peran aktif masyarakatnya | Mengadakan kegiatan Kelurahan Tangguh Bencana dengan melibatkan masyarakat untuk melakukan penyusunan peta administrasi wilayah, identifikasi potensi bencana, kerentanan, dampak dan kerugian akibat bencana serta membuat rencana kesiapsiagaan wilayah | Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan Kelurahan Tangguh bencana pada Januari hingga Juli 2024 sebanyak 445 orang yang terdiri dari 268 orang laki-laki (47,92%) dan 177 orang perempuan (52,08%) |
Output:
Meningkatnya kapasitas masyarakat di 31 kawasan dalam menghadapi ancaman bencana
Outcome:
- Tercapainya Indeks Penanggulangan Bencana sebesar 86,40% - Meningkatnya kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya - Masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana telah memiliki pengetahuan untuk mengenali potensi bencana di wilayahnya dan membuat rencana kesiapsiagaan wilayah |