Gender Analysis Pathway
Dinas Pendidikan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
1.01.02 Program Pengelolaan Pendidikan
Kegiatan:
1.01.02.2.02 Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Sub Kegiatan:
1.01.02.2.02.0042 Pengelolaan Dana BOS Sekolah Menengah Pertama
Tujuan Sub Kegiatan:
Peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang layak tanpa adanya pungutan.
Data Umum:
1. Jumlah Siswa SMP/MTs L: 80.404 (51,22%) P: 76.568 (48,78%) 2. Peserta didik yang mendapatkan kesamaan akses untuk mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%) Partisipasi : Jumlah Siswa SMP/MTs: L: 80.404 (51,22%) P: 76.568 (48,78%)
Akses: Adanya kesamaan akses untuk mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%)
Partisipasi: Jumlah peserta didik yang mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat : L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%) dari dapat diatas didapatkan proporsi jumlah Siswa SMP/MTs laki-laki lebih besar daripada jumlah Siswa SMP/MTs perempuan dengan perbedaan sebesar 1,44%
Kontrol: Pejabat pengawas subkegiatan Pengelolaan Dana BOS Sekolah Menengah Pertama didominasi oleh laki-laki. Dengan rincian sebagai berikut : Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Ketua Tim Kerja : L : 1 P : 0
Manfaat: Peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang layak tanpa adanya pungutan biaya dengan Jumlah peserta didik yang mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%)
Akses:
Adanya kesamaan akses untuk mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%)
Partisipasi:
Jumlah peserta didik yang mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat : L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%) dari dapat diatas didapatkan proporsi jumlah Siswa SMP/MTs laki-laki lebih besar daripada jumlah Siswa SMP/MTs perempuan dengan perbedaan sebesar 1,44%
Kontrol:
Pejabat pengawas subkegiatan Pengelolaan Dana BOS Sekolah Menengah Pertama didominasi oleh laki-laki. Dengan rincian sebagai berikut : Pejabat pengampu kegiatan Eselon II : L : 1 P : 0 Eselon III : L : 1 P : 0 Ketua Tim Kerja : L : 1 P : 0
Manfaat:
Peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang layak tanpa adanya pungutan biaya dengan Jumlah peserta didik yang mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah pusat L: 9.187 (50,72%) P: 8.927 (49,28%)
1. Belum semua Sumber Daya Manusia (SDM) memahami konsep Pengarusutamaan gender &Perencanaan Penganggaran responsif Gender 2. Koordinasi dengan satuan pendidikan swasta yang sulit dalam hal pemutakhiran data peserta didik. Mayoritas Siswa SMP/MTs adalah laki-laki, karena dianggap lebih mampu berpartisipasi di sekolah. Memberikan intervensi kepada Peserta didik sebanyak 18.114 siswa untuk dapat mendapatkan layanan pendidikan yang layak sebagai salah satu bentuk pencegahan adanya pungutan kepada peserta didik 1. Memberikan pendampingan pada staf perwakilan bidang untuk mempejari konsep Pengarusutamaan gender &Perencanaan Penganggaran responsif Gender. 2. Memberikan Sosialisasi kepada Kepala SMP Swasta terakait dengan Permendikbud No. 2 Tahun 2022 Tentang Juknis BOS Reguler tahun 2022 1. Rapat koordinasi internal Dinas Pendidikan terkait konsep Pengarusutamaan gender &Perencanaan Penganggaran responsif Gender. 2. Sosialisasi kepada Kepala SMP Negeri dan Swasta terakait dengan Permendikbud No. 2 Tahun 2022 Tentang Juknis BOS Reguler tahun 2022
Output:
1. Jumlah Pegawai yang mengikuti pengarahan terkait konsep Pengarusutamaan gender &Perencanaan Penganggaran responsif Gender L: 5 orang (50%) P: 5 orang (50%) 2. Jumlah kepala sekolah yang mengikuti pengarahan: SMPN : 63 Kepala Sekolah SMPS/MTS: 205 Kepala Sekolah
Outcome:
1. Jumlah Pegawai yang mengikuti pengarahan terkait konsep Pengarusutamaan gender &Perencanaan Penganggaran responsif Gender L: 5 orang (50%) P: 5 orang (50%) 2. Jumlah kepala sekolah yang mengikuti pengarahan: SMPN : 63 Kepala Sekolah SMPS/MTS: 205 Kepala Sekolah