Gender Analysis Pathway
Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PENANGGULANGAN BENCANA
Kegiatan:
Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana
Sub Kegiatan:
Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas dan masyarakat dalam menghadapi bencana
Data Umum:
Sasaran Sub Kegiatan ini adalah peserta pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana sebanyak 1650 orang yang terdiri dari : - Warga Sekolah - Bunda PAUD - Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit / Puskesmas - Fasilitator PMI - Relawan
Jumlah Masyarakat Kota Surabaya L : 1.473.517 jiwa P : 1.499.284 jiwa
Jumlah warga kota Surabaya yang mengikuti kegiatan mitigasi pada Januari hingga Juli 2024 sebanyak L : 350 orang P : 460 orang
Jumlah Pegawai BPBD Kota Surabaya sebanyak 437 orang dengan rincian 374 orang laki-laki (83,85%) dan 72 orang perempuan (16,14%)
Perbandingan jumlah pegawai BPBD terhadap jumlah Masyarakat Kota Surabaya adalah 0,01512%
Akses:
Adanya kesamaan peluang untuk mendapatkan akses informasi terkait Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Kabupaten/Kota
Partisipasi:
Secara jumlah perempuan yang mengikuti kegiatan mitigasi bencana lebih tinggi daripada laki-laki
Kontrol:
Pejabat pengampu sub kegiatan didominasi laki-laki
Manfaat:
Masyarakat yang tanggap dalam melakukan mitigasi bencana didominasi oleh perempuan
- Masih adanya SDM di internal PD yang belum memahami konsep gender - Belum terciptanya budaya organisasi yang responsif gender - Persepsi pembagian kerja yang bersifat dikotomis antara sektor publik (laki-laki) dan domestik (perempuan) yang pada akhirnya membuat perempuan mengalami hambatan mengakses pengetahuan atau fasilitas yang berada di ranah publik - Masih adanya masyarakat yang menjunjung nilai-nilai budaya patriarki - Dorongan/insting perempuan sebagai seorang ibu untuk melindungi keluarganya saat terjadi bencana - Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana - Mengurangi kerentanan masyarakat - Meningkatkan partisipasi perempuan dalam Penanggulangan Bencana - Memberikan pendidikan kewaspadaan terhadap bencana yang mudah diakses oleh perempuan - Pembentukan Sekolah / Madrasah Tanggap Bencana - Edukasi Penanggulangan Bencana bagi Bunda PAUD - Pembentukan Rumah Sakit/Puskesmas Aman Bencana - Pelatihan dan Rekrutmen Fasilitator Palang Merah Indonesia - Pembinaan Potensi Relawan Bencana Jumlah petugas dan masyarakat Kota Surabaya yang telah mengikuti pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana pada Januari – Juli 2024 sebanyak 847 orang dengan rincian 317 orang laki-laki (37,43%) dan 530 orang perempuan (62,57%)
Output:
- Peserta Kegiatan Pembentukan Sekolah/Madrasah Tanggap Bencana sebanyak 350 orang - Peserta Kegiatan Edukasi Penanggulangan Bencana bagi Bunda PAUD sebanyak 200 orang - Peserta Kegiatan Pembentukan Rumah Sakit/ Puskesmas Aman Bencana sebanyak 98 orang - Peserta Pelatihan dan Rekrutmen Fasilitator Palang Merah Indonesia sebanyak 49 orang - Peserta Kegiatan Pembinaan Potensi Relawan Bencana sebanyak 150 orang
Outcome:
- Tercapainya Indeks Penanggulangan Bencana sebesar 86,40% - Meningkatnya kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kota Surabaya - Meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas maupun masyarakat dalam menghadapi bencana