Gender Analysis Pathway
RSUD Dr. Mohamad Soewandhie

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pemenuhan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat
Kegiatan:
Penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk UKM dan UKP kewenangan daerah kab/kota
Sub Kegiatan:
Pengadaan alat kesehatan/alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan
Tujuan Sub Kegiatan:
Memenuhi jumlah alat kesehatan /alat penunjang medik rumah sakit
Data Umum:
-Data total kunjungan pasien IGD: Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=16.175 (47%), jumlah pasien perempuan= 18.415 (53%), total =34.589 (100%). Tahun 2021,jumlah pasien laki-laki=11.420 (48%), jumlah pasien perempuan= 12.393 (52%), total= 23.813 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki= 15.393 (47%), jumlah pasien perempuan= 17.658 (53%), total= 33.051 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien lali-laki= 18.775 (46%), jumlah pasien perempuan= 22.352 (54%), total= 41.127 (100%) -Data total kunjungan pasien klinik rawat jalan; Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki= 76.007 (43%) , jumlah pasien perempuan= 102.372 (57%), total = 178.379 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=92.071(45%), jumlah pasien perempuan= 113.350 (55%), total = 205.421 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=107.189 (43%), jumlah pasien perempuan=143.968 (57%) , total =251.157 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=120.848 (43%), jumlah pasien perempuan= 166.218 (57%) , total = 287.066 (100%)
-Data total kunjungan pasien klinik mata Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=2.496 (38%), jumlah pasien perempuan=4.134(62%) , total = 6.630(100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=2.439(40%), jumlah pasien perempuan= 3.727(60%), total = 6.166(100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=4.477 (36%), jumlah pasien perempuan=7.835(64%) , total =12.312(100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=5.762(38%), jumlah pasien perempuan=9.317(62%) , total =15.079(100%) -Data total kunjungan pasien klinik Orthopedi; Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=3.729 (38%), jumlah pasien perempuan= 6.156 (62%), total = 9.885(100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=4.187 (39%), jumlah pasien perempuan= 6.684(61,4%), total =10.871(100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=5.464(38%), jumlah pasien perempuan= 8.796(62%) , total =14.260(100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=7.263(38%), jumlah pasien perempuan=11.965(62%) , total =19.228(100%)
-Data kunjungan pasien rawat jalan kategori lansia (>65 tahun): Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=25.553 (49%), jumlah pasien perempuan=26.455 (51%) , total =52.008 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=30.931(49,1%), jumlah pasien perempuan= 32.084(50,9%), total =63.015 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=39.256 (49%), jumlah pasien perempuan= 41.483 (51%), total =80.739 (100%), Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=27.840 (47%), jumlah pasien perempuan=31.916 (53%) , total = 59.756 (100%) -Data kunjungan pasien inst.radiologi: Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=13.815 (48%), jumlah pasien perempuan=14.977 (52%) , total = 28.791(100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=13.985(46%), jumlah pasien perempuan=16.696 (54%) , total = 30.680 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=17.159 (46%), jumlah pasien perempuan=20.202(54%) , total = 37.366 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=19.008 (47%), jumlah pasien perempuan=21.139 (53%) , total = 40.146 (100%) -Data total kunjungan pasien rawat inap: Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=1.035(43%), jumlah pasien perempuan=1.395 (57%) , total =2.430 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=7.973 (47%), jumlah pasien perempuan=8.919 (53%) , total =16.892 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=11.329 (49%), jumlah pasien perempuan=11.966(51%) , total = 23.295(100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=13.329(48%),jumlah pasien perempuan=14.504(52%), total =27.833(100%)
-Data jumlah pasien ruang neonatus Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=1080 (52%), jumlah pasien perempuan=998 (48%), total =2.078 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=467(51%), jumlah pasien perempuan= 445 (49%), total = 912 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=663(52%), jumlah pasien perempuan= 618 (48%), total = 1.281 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=921(51%), jumlah pasien perempuan= 871(49%) , total =1.792 (100%) -Data jumlah pasien ruang NICU Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=100 (56%), jumlah pasien perempuan= 79 (44%), total =179 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=172 (58%), jumlah pasien perempuan=123 (42%) , total =295 (100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=191 (55%), jumlah pasien perempuan= 155 (45%), total =346 (100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=193 (58%), jumlah pasien perempuan=137 (42%) , total =330 (100%)
-Data jumlah pasien operasi umum: Tahun 2020, jumlah pasien laki-laki=338(38%), jumlah pasien perempuan=485(62%), total =883 (100%) Tahun 2021, jumlah pasien laki-laki=250 (36%), jumlah pasien perempuan=451(64%) , total = 701(100%) Tahun 2022, jumlah pasien laki-laki=1304(41%), jumlah pasien perempuan=1903(59%) , total = 3207(100%) Tahun 2023, jumlah pasien laki-laki=2112(44,6%), jumlah pasien perempuan= 2325(55,4%), total =4737(100%) -Jumlah Ruang operasi per tahun 2023 ruang operasi emergency=3, ruang operasi elektif 11, total =14
Akses:
Ketersediaan beberapa alat kesehatan yang hanya bisa di akses oleh masyarakat di faskes tingkat lanjut
Partisipasi:
Partisipasi masyarakat terutama laki-laki dalam upaya kesehatan preventif dan promotif yang masih rendah sehingga permasalahan kesehatan berkembang menjadi kuratif dan rehabilitatif.
Kontrol:
Kesenjanagan terkait alat yang diskontinyu atau rusak dapat dikontrol oleh RSUD dr. Moh Soewandhie
Manfaat:
Pada umumnya pasien laki-laki kurang menyadari manfaat dari upaya kesehatan preventif dan promotif
-Frekuensi penggunaan alat kesehatan/ penunjang medik yang tinggi sehingga mempengaruhi umur dan kinerja alat tersebut. -Kondisi beberapa alat sudah mulai rusak sehiingga butuh diganti -Ketersediaan alat dalam segi kuantitas dan kualitas dan pengadaanya sesuai dengan kunjungan pasien laki-laki dan perempuan -Adanya fasilitas pelayanan pemeriksaan penunjang baru dapat meningkatkan validitas pemeriksaan pasien, pemberian terapi atau penanganan untuk pasien menjadi lebih cepat dan tepat. -Perkembangan ilmu kedokteran yang mutakhir membutuhkan penyediaan alat kedokteran. -Jumlah pasien yang semakin banyak sehingga butuh penambahan alat. -Adanya budaya di masyarakat bahwa jika perempuan sakit, mendapat dukungan lebih besar dari keluarga untuk berobat ketimbang laki-laki, sehingga jumlah pasien di RS lebih banyak perempuan dari pada laki-laki Memenuhi jumlah alat kesehatan /alat penunjang medik rumah sakit bagi seluruh golongan pasien dalam kuratif dan rehabilitatif sehingga upaya kesehatan perorangan terpenuhi. Pengadaan alat kesehatan/kedokteran: 1. Instalasi Bedah sentral (Hecting set, minor basic surgery set, large bone set, small bone ) 2. Neonatus (Infant incubator) 3. Mata (Slit lamp) 4. Radiodiagnostik (patient monitor MRI) -Alat kesehatan/ kedokteran pada saat ini butuh penambahan karena jumlah pasien yang meningkat. -Jumlah existing alat tahun 2023 1. Hecting set=104 set 2. Minor basic surgery set=23 set 3. Large Bone Set=3 set 4. Small Bone=2 set 5. Infant incubator=25 set 6. Slit lamp=3 set 7. Patient monitor MRI=0
Output:
Output: Pengadaan alat kesehatan sesuai kebutuhan 4 jenis KSM
Outcome:
Outcome: Indikator subkegiatan: Jumlah alat kesehatan/ penunjang medik yang di adakan Indikator kegiatan Persentase pemenuhan sarana fasilitas pelayanan kesehatan RSUD dr. Moh. Soewandhie. Indikator program Persentase ketersediaan sarana dan prasarana RSUD sesuai kelas RS Alat yang direncanakan belanja tahun 2024 1 Hecting set=3 set 2 Minor basic surgery set=3 set 3 Large Bone Set=1 set 4 Small Bone=1 set 5 Infant incubator=1 set 6 Slit lamp=1 set 7 Patient monitor MRI=1 set