Gender Analysis Pathway
Kecamatan Krembangan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Morokrembangan
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Penunjang Pelayanan Posyandu ditingkat kelurahan dalam Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Data Umum:
Bentuk Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat : 1. PAUD - Melakukan kegiatan mengembangkan potensi kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, kinestetis, dan sosial peserta didik pada masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan. 2. Posyandu - Kegiatan yang dilakukan penimbangan dan pengukuran, pemberian imunisasi, pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, deteksi dini kelainan, serta penyuluhan tentang kesehatan dan lingkungan sehat dan bersih. List Sarpras yang dibutuhkan : 1. PAUD - White Board - Alat Permainan Edukasi 2. Posyandu - Timbangan Bayi
Jumlah Penduduk Kelurahan Morokrembangan : L : 23.858 orang P : 24.169 orang
Jumlah RT tahun 2024: L : 91 orang P : 8 orang
Jumlah RW tahun 2024 : L : 9 orang L : 0 orang
Jumlah Balita Di Kelurahan Morokrembangan : - L : 1.859 Jiwa - P : 2.069 Jiwa
Akses:
Peluang ibu dalam hal meningkatkan tumbuh kembang anaknya lebih besar dan informasi yang diberikan lebih banyak didapatkan ke ibu daripada ke ayah.
Partisipasi:
Dalam hal kegiatan PAUD dan Posyandu partisipasi ibu lebih banyak karena ayah sibuk bekerja
Kontrol:
Masih ada anggapan masyarakat dalam hal mengurus dan mendidik anak adalah urusan ibu.
Manfaat:
Mengidentifikasi masalah pendidikan dasar dan kesehatan semenjak dini serta memberikan intervensi yang tepat bagi ibu dan anak.
- Kurangnya pemahaman orang tua atau warga terhadap cara mendidik dan mangasuh anak (akademis dan kesehatan). - Kurangnya wawasan orang tua khususnya ayah untuk ikut mendukung kegiatan Posyandu meskipun hanya sekedar mengantar anak. Adanya persepsi dari masyarakat bahwa kegiatan PAUD dan Posyandu merupakan kegiatan rutin yang hanya dilakukan oleh ibu. Meningkatkan upaya yang dapat membuka wawasan ayah agar dapat berperan aktif dalam kegiatan PAUD dan Posyandu sehingga dalam memperhatikan perkembangan anak bukan hanya beban dari seorang ibu saja. Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada orang tua dalam perkembangan tumbuh kembang anak. Target Posyandu 88 persen Capaian 80 persen
Output:
Dengan adanya kegiatan PAUD dan Posyandu diharapkan target yang ditetapkan dapat tercapai
Outcome:
- Mewujudkan pengembangan sensorik dan keterampilan motorik anak. - Terwujudnya generasi yang sehat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.