Gender Analysis Pathway
Kecamatan Tegalsari

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayan Kelurahan
Sub Kegiatan:
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan di kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Terselenggaranya Musrenbang Tingkat Kelurahan
Data Umum:
Jumlah penduduk Kecamatan Tegalsari L : 48.537 P : 49.951
Lembaga Masyarakat di Kecamatan Tegalsari LPMK = 5 semua laki laki RW = 48 ; L : 40 P : 8 RT = 313 ; L : 303 P : 10
Kelompok yang hadir dalam keg Musbangkel adalah unsur lembaga meliputi : Bappedalitbang, Disbudporapar, DSDABM, DLH, Dishub , DPRKPP, DKPP, Dinkopdag, DPRD, Polsek, Koramil, Tokoh Masyarakat, Ormas, PKK, LPMK, RW, Kartar, Puskesmas, Forum anak.
Pejabat yang melakukan pengawasan pada kegiatan tersebut L : 6 P : 0
-
Akses:
Mendapatkan informasi terkait penyelenggaraan Musbangkel namun jumlah aparat laki-laki yang mendapatkan informasi point lebih banyak daripada perempuan.
Partisipasi:
Proporsi peserta penyelenggaraan Musbangkel
Kontrol:
Pejabat/staf pengampu kegiatan, Peserta hadir karena adanya undangan dari Kecamatan
Manfaat:
Tokoh Masyarakat, Pengurus LPMK, RW, RT, Kartar mendapatkan informasi terkait dengan adanya penyelenggaraan Musbangkel di tingkat Kecamatan karena mampu menyalurkan aspirasi kebutuhan warga
tidak semua SDM faham tentang konsep Gender.Pembangunan Responsif Gender masih kurangnya partisipasi perempuan untuk ikut serta dalam perencanaan pembangunan Kelurahan Meningkatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan pembangunan di tingkat Kecamatan yang responsif Gender Rapat penjaringan usulan warga dengan melibatkan lembaga kemasyarakatan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun
Output:
meningkatkan akses penerimaan informasi terkait penyelenggaraan Musbangkel
Outcome:
Meningkatnya partisipasi Masyarakat dalam pengusulan perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan