Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Banyu Urip
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Banyu Urip
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Kapasitas Kelompok Usaha dan Ormas Yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan |
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Banyu Urip L : 19.369 orang P : 19.816 orang
Jumlah RT Tahun 2023
L : 83 orang
P : 8 orang
Jumlah RW Tahun 2023
L : 9 orang
P : -
Jumlah RT Tahun 2024
L : 83 orang
P : 8 orang
Jumlah RW Tahun 2024
L : 9 orang
P : -
Jumlah Kelompok Usaha di Kelurahan Banyu Urip (ada 2 Kelompok)
L : 2 orang
P : 18 orang
|
Akses:
Semua kegiatan RTdan RW dapat diakses oleh laki-laki dan perempuan
Partisipasi:
Dal hal berkegiatan di RT dan RW, laki-laki lebih banyak jumlahnya dibandingkan perempuan
Kontrol:
MAsyarakat baik laki-laki atau perempuan hadir atas kehendak sendiri
Manfaat:
Kegiatan RT/RW banyak diterima manfaatnya oleh laki-laki |
Kurangnya pemahaman SDM Kelurahan terhadap kesetaraan gender | - Budaya organisasi yang masih menganggap bahwa lebih aktif dan produktif dalam kegiatan kepengurusan adalah laki-laki - Adanya presepsi dari masyarakat dalam pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat Kelurahan Banyu Urip lebih sesuai jika dilaksanakan laki-laki | Meningkatkan kapasitas kelompok usaha dan Ormas yang melaksanakan pemberdayaan masyarakat di kelurahan dengan pemenuhan kebutuhan operasional (sarana dan prasarana) | 1. Pembentukkan kelompok usaha menjahit 2. Pembentukkan kelompok usaha pembuatan kue 3. Bimbingan teknis untuk peserta kelompok usaha menjahit 4. Bimbingan teknis untuk peserta kelompok usaha pembuatan kue | Pada tahun 2023 : 1. Belum terbentuk kelompok masyarakat ataupun kelompok usaha 2. Belum ada bimbingan teknis atau kegiatan sejenis yang bertujuan untuk memberikan pelatihan ketrampilan kepada masyarakat |
Output:
1. Terdapat kelompok usaha yang berhasil mengikuti bimbingan teknis menjahit 2. Terdapat kelompok usaha yang berhasil mengikuti bimbingan teknis pembuatan kue 3. Meningkatnya partisipasi aktif warga wanita dalam kegiatan RW
Outcome:
Jumlah kelompok usaha yang terbentuk dan bimbingan teknis yang diikuti |