Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian
Kegiatan:
Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian
Sub Kegiatan:
Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
Tujuan Sub Kegiatan:
Tersusunnya 4 Laporan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian |
Data Umum:
Laporan TW I tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian
1. Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot)
L: 76 orang (38%)
P: 124 orang (62%)
Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik
L: 75 orang (37,5%)
P: 125 orang (62,5%)
Jumlah masyarakat yang menerima pelatihan diversifikasi usaha
L: 9 orang (18%)
P: 41 orang (82%)
umlah masyarakat yang menerima pelatihan pengembangan usaha
L: 19 orang (38%)
P: 31 orang (62%)
|
Akses:
Peserta kegiatan mendapat akses berdasarkan usulan Kecamatan, PPL, dan Tim Urban Farming
Partisipasi:
Proporsi pembudidaya tanaman hortikultur yang mengikuti Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian lebih tinggi perempuan 321 orang (64,2%) daripada laki-laki 179 orang (35,8%)
Kontrol:
Pejabat pengampu kegiatan - Eselon II P: 1 orang - Eselon III L: 1 orang
Manfaat:
Masyarakat yang teredukasi tentang budidaya tasapot, hidroponik, |
1. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan 2. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyeseuaikan ketersediaan anggaran | 1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi pembudidaya tanaman hortikultura dilahan pekarangan lebih sesuai dilaksanakan oleh perempuan karena dianggap perempuan lebih telaten dan bisa menjadi pekerjaan sampingan/ hobby 2. Kurangnya kesadaran laki-laki untuk berbudidaya tanaman hortikultura dalam memanfaatkan lahan pekarangan | Penyusunan Laporan Sub Kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian terdiri: 1. Laporan TW I tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 2. Laporan TW II tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 3. Laporan TW III tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian 4. Laporan TW IV tahun 2024 sub kegiatan Pendampingan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian | 1. Kegiatan Pelatihan Budidaya Tasapot (Tanaman Sayuran dalam Pot) 2. Kegiatan Pelatihan Budidaya Sayuran dengan Cara Hidroponik 3. Kegiatan Pelatihan Diversifikasi Usaha 4. Kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha 5. Distribusi bantuan sarpras pengembangan pertanian perkotaan 6. Kegiatan pokja pengembangan pertanian perkotaan 7. Pendampingan usaha budidaya bagi pelaku usaha pertanian perkotaan 8. Kegiatan pengelolaan sarana edukasi pertanian perkotaan (eduwisata) | 'Pada tahun 2023: 1. Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan (62%) daripada laki-laki (76%) 2. Kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik telah dilaksanakan sebanyak 5 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan (62,5%) daripada laki-laki (37,5%) 3. Kegiatan pelatihan diversifikasi usaha telah dilaksanakan sebanyak 1 kali dengan diikuti lebih banyak perempuan (82%) dan laki-laki (18%) 4. Kegiatan pelatihan pengembangan usaha telah dilaksanakan sebanyak 2 kali dan diikuti lebih banyak perempuan (62%) dan laki-laki (38%) |
Output:
OUTPUT: 1. Terwujudnya Kegiatan pelatihan budidaya tasapot (tanaman sayuran dalam pot) telah dilaksanakan sebanyak 7 kali 2. Terwujudnya kegiatan pelatihan budidaya sayuran dengan cara hidroponik sebanyak 7 kali 3. Terwujudnya kegiatan pelatihan diversifikasi usaha sebanyak 2 kali 4. Terwujudnya kegiatan pelatihan pengembangan usaha sebanyak 2 kali • Terwujudnya kegiatan pengenalan budidaya pertanian perkotaan • Terwujudnya kegiatan pemberian sarana produksi budidaya pertanian perkotaan (bibit/benih, pupuk, obat tanaman, pot dan lain-lain) sebanyak 10 jenis
Outcome:
OUTCOME: INDIKATOR PROGRAM - Jumlah pembudidaya pekarangan yang berproduksi konsisten dengan hasil layak dipasarkan (35 orang) INDIKATOR KEGIATAN - Jumlah jenis sarana pertanian yang disediakan bagi pembudidaya pekarangan (10 Jenis) INDIKATOR SUB KEGIATAN - Jumlah pendampingan penggunaan sarana pendukung pertanian (4 Laporan) |