Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
Program Penyelenggaraa nPemerintahan DanPelayanan Publik
Kegiatan:
DanPelayanan Publik • Kegiatan Penyelenggaraa nUrusan Pemerintahan yangtidak Dilaksanakan olehUnit Kerja Perangkat Daerahyang Adadi Kecamatan
Sub Kegiatan:
Peningkatan Efektifitas Pelaksanaan Pelayanan kepada Masyarakatdi Wilayah Kecamatan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatnya kualitaspelayanan publikyangefektif daninovatif |
Data Umum:
JumlahWarga Kecamatan Asemrowo L:24.208 P:23.814 Jumlah Tokoh Masyarakatyang menerima informasitentang operasional pengelolaan administrasi : L:132 P: 7
Jumlah Tokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT)
yangmenerima Operasional pengelolaan Administrasi . L: 132
P: 7
Pejabat yangmelakukanpengawasanpadakegiatantersebut
EselonIII
L:1
P:1
EselonIV
L:2
P:4
jumlah Tokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT)
yang memperbaiki Mutu pelayanan
L:132
P: 7
-
|
Akses:
o AksesAdanya kesamaan kesempatan menerima informasi tentang operasional pengelolaan administrasi. NamunJumlah penerima informasi perempuanlebih rendah daripada laki- laki. Dengan perbandingan Laki laki (90 %)Perempuan (10 %)
Partisipasi:
Proporsi jumlah Tokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT) yangmenerima Operasional pengelolaan Administrasi lebih banyak laki-laki daripada perempuan dengan presentase laki-laki sebanyak90 %,perempuan 10 %.
Kontrol:
o KontrolProporsi pejabat yang melakukan pengawasan terhadap kegiatan ini seimbang antarapejabat laki-lakidan perempuan.
Manfaat:
Proporsi Tokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT) Laki-laki yang memperbaiki Mutu pelayanan lebihtinggi dari perempuan Dengan perbandingan Laki laki (90 %) Perempuan(10%) |
- Tidak semua SDM dalam OPD paham tentang konsep Gender atau pembangunan responsif Gender. - Kurang tersedianya operasional pengelolaan administrasi untuk mendukung kesetaraan Gender. | Adanya persepsi masyarakat bahwa pengelola administrasi pelayanan adalah laki- laki. Adanya anggapan bahwa perempuan belumpunya kemampuan pemahaman administrasi pelayanan yang baik | Meningkatka nmutu pelayanan Tokoh Masyarakat tentang administrasi kemasyaraka tanbaiklaki- lakimaupun perempuan. | 1.Monitoring Pengelolaan Administrasi Pelayanan 2. Pemberian Honorbagi Tokoh Masyarakat | Jumlah Tokoh Masyarakatyang menerima informasitentang operasional pengelolaan administrasi. L:132 P: 7 Jumlah Tokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT) yangmenerima Operasional pengelolaan Administrasi. L: 132 P: 7 JumlahTokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT) yang memperbaiki Mutu pelayanan L:132 P: 7 |
Output:
Meningkatkan aksesinformasi tentangtentang operasional pengelolaan administrasi. dari(2022) L99(%) Menjadi (2023)L90 (%) dari(2021) P1(%) Menjadi (2022)P10 (%)
Outcome:
Meningkatnya Tokoh Masyarakat (LPMK,RW,RT ) yang memperbaiki Mutu pelayanan. dari(2022) L99(%) Menjadi (2023)L90 (%) dari(2022) P1(%) Menjadi (2023)P10 (%) |