Gender Analysis Pathway
Kecamatan Bubutan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Program Koordinasi Ketentraman Dan Ketertiban Umum
Kegiatan:
Penanganan Konflik Sosial Sesuai Ketentuan Peraturan Perundangan-undangan
Sub Kegiatan:
Penanganan Konflik Sosial Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan kualitas jumlah laporan Konflik yang ditangani sesuai ketentuan peraturan Perundang undangan
Data Umum:
Berdasarkan Permendagri Nomor 84 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat, Perlindungan Masyrakat adalah suatu keadaan dinamis Dimana warga Masyarakat disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiata penanganan bencana guna mengurani dan memperkecil akibat bencana, Serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban Masyarakat, kegiatan social kemasyarakatan.
Pemerintah Kota Surabaya mengupayakan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan Masyarakat melalui penegakan PERDA, Penyelesaian pelanggaran K3
pencegahan dan penanggulanangan Kebakaran serta Upaya-Upaya Lainnya terkait pencegahan dan penanganan gangguan ketentraman dan ketertiban serta peningkatan kesadaran dan kepatuhan warga Masyarakat.
Jumlah laporan kegiatan sebanyak 2 laporan sesuai dengan target e-monev
Meningkatkan Ketertiban dan Keamanan Masyarakat Wilayah Kecamatan Bubutan
Akses:
Adanya Kesenjangan laki-laki terkait kegiatan Pengawasan, Pengendalian dan Evaluasi
Partisipasi:
Proporsi apparat yang melakukan pengawasan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan polisi pamong praja di wilayah Kecamatan didominasi oleh laki-laki
Kontrol:
Semua Pengampu kegiatan pengawasan pengendalian dan evaluasi kegiatan polisi pamong praja yang ada di Kecamatan
Manfaat:
Tercapainya peningkatan frekuensi kegiatan apparat penertiban terkait pengawasan, pengendalian serta evaluasi kegiatan polisi pamong praja di wilayah kecamatan
Masing adanya SDM di Kecamatan n yang belum memahami konsep Gender Kurang nya personil Perempua n dalam pengawas an dan penertiban Terdapat budaya pada Masyarakat bahwa hanya laki laki yang memiliki tanggung jawab terkait pengawasan dan pengendalia n Adanya anggapan bahwa Perempuan hanya beraktifitas untuk pengurusan Rumah tangga. Meningkatkan frekuensi pengawasan, pengendalian, serta evaluasi kegiatan polisi pamong praja baik untuk apparat laki-laki ataupun perempuan Monitoring frekuensi pengawasan, pengendalian Merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari
Output:
Presentase penanganan potensi konflik tidak menjadi konflik di Kecamatan
Outcome:
Persentasi koordinasi penanganan pelanggaran Perda di Kecamatan