Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN AMPEL
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Ampel
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Ampel
Tujuan Sub Kegiatan:
Mencukupi kebutuhan masyarakat terhadap sarana prasarana yang dibutuhkan serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan di Kelurahan |
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Ampel : L: 9.049 orang P: 9.296 orang Jumlah Kartu Keluarga (KK) di tahun 2025 : 5.974 KK Jumlah Ketua RW tahun 2025 : L : 16 P : 1 Jumlah RT tahun 2025 : 86 RT
Jumlah Ormas di Kelurahan Ampel Kader Surabaya Hebat (KSH) : L : 1 P : 160
Tim KTPR : L : 1 P : 3
Jumlah Kader Surabaya Hebat (KSH) = 161 L : 1 P : 160
Jumlah PPA = 4 L : 1 P : 3
Forum Anak : L : 8 P : 7
Pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana umum di wilayah Kelurahan Ampel dengan melakukan Pekerjaan Fisik Berupa Pembangunan Paving dan Saluran.
|
Akses:
Disebabkan oleh beberapa faktor seperti budaya, pendidikan ekonomi dan hukum, semua warga baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemberdayaan mayarakat di kelurahan.
Partisipasi:
Warga masyarakat melalui Ketua LPMK, Ketua RW, PKK, KSH, Karang Taruna dapat mengusulkan kebutuhan sarana prasarana baik itu di dalam atau di luar wilayah tugas.
Kontrol:
Pengawasan di lakukan oleh pengurus warga dan masyarakat
Manfaat:
Agar bisa memanfaatkan fasilitas warga untuk menerapkan edukasi dalam hal apapun dan menjaga lingkungan yang lebih bersih, nyaman dan memenuhi ketentuan estetika |
-Belum optimalnya sosialisasi dan penyuluhan yang di lakukan kepada masyarakat dan belum cukupnya ketersediaan kebutuhan sarana dan prasarana penempatan. - Belum meratanya kemampuan dan keseriusan bekerja pada sumber daya manusia di kelurahan serta menangkap segala kebutuhan dan kendalanya dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat di tahun 2025. | - Tidak semua SDM dalam RT, RW, LPMK paham tentang konsep Gender atau pemberdayaan yang di sebabkan berbagai faktor termasuk perbedaan perilaku berdasarkan gender perbedaan akses dan dikriminasi. - Kurangnya SDM yang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan fisik. - Kurang tersedianya operasional administrasi sarpras untuk mendukung kesetaraan gender. | Memberdayakan masyarakat baik perempuan atau laki laki tergabung dalam kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan dan kepedulian serta tanggung jawab untuk terlibat aktif melaksanakan pemberdayaan masyarakat hingga terciptanya kesejahteraan di wilayah tersebut | 1. Karpet Biasa (RW 1, RW 11) 2. Karpet Masjid, Lbr. 120 cm (RW 3, 11, 16) 3. Kursi Lipat RW 1, 7 , 17 4. LCD Projector XGA (RW 3, 5, 10, 12, 14 15) 5. Lemari Besi, Pintu Kaca (RW 4, 11, 13, 15, 16) 6. Meja Lipat Besar (RW 1, 4, 13) 7. Pemasangan CCTV untuk Masyarakat (JL. AMPEL) 8. Snack mpak 9. Speaker Portable (RW 1, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 17) 10. Tenda Terop RW 1, 4, 7, 10, 15, 17 11. Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) 12. Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga (RT) 13. Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 14. Biaya Operasional Balai RT 15. Biaya Operasional Balai RW 16. Biaya Transport Lokal | 1. Karpet Biasa (RW 1, RW 11) 2. Karpet Masjid, Lbr. 120 cm (RW 3, 11, 16) 3. Kursi Lipat RW 1, 7 , 17 4. LCD Projector XGA (RW 3, 5, 10, 12, 14 15) 5. Lemari Besi, Pintu Kaca (RW 4, 11, 13, 15, 16) 6. Meja Lipat Besar (RW 1, 4, 13) 7. Pemasangan CCTV untuk Masyarakat (JL. AMPEL) 8. Snack mpak 9. Speaker Portable (RW 1, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 17) 10. Tenda Terop RW 1, 4, 7, 10, 15, 17 11. Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) 12. Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga (RT) 13. Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 14. Biaya Operasional Balai RT 15. Biaya Operasional Balai RW 16. Biaya Transport Lokal |
Output:
1. Karpet Biasa (RW 1, RW 11) 2. Karpet Masjid, Lbr. 120 cm (RW 3, 11, 16) 3. Kursi Lipat RW 1, 7 , 17 4. LCD Projector XGA (RW 3, 5, 10, 12, 14 15) 5. Lemari Besi, Pintu Kaca (RW 4, 11, 13, 15, 16) 6. Meja Lipat Besar (RW 1, 4, 13) 7. Pemasangan CCTV untuk Masyarakat (JL. AMPEL) 8. Snack mpak 9. Speaker Portable (RW 1, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 17) 10. Tenda Terop RW 1, 4, 7, 10, 15, 17 11. Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) 12. Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga (RT) 13. Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 14. Biaya Operasional Balai RT 15. Biaya Operasional Balai RW 16. Biaya Transport Lokal
Outcome:
Jumlah pokmas dan ormas yang melaksanakan pemberdayaan masyarakat Kepuasan masyarakat baik laki- laki maupun perempuan terhadap fasilitas Balai RW serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan seluruh masyarakat baik laki-laki maupun perempuan. |