Gender Analysis Pathway
Kecamatan Sawahan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
1. Pembangunan Saluran U-Ditch 2. Perencanaan Fisik 3. Rehabilitasi Ringan Bangunan Tidak Bertingkat 4. Pembangunan Jalan Paving Baru
Kegiatan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Banyu Urip
Sub Kegiatan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
1. Mengurangi genangan air dan risiko banjir lingkungan guna mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, serta meningkatkan keselamatan anak dan lansia. 2. Menyusun perencanaan teknis pembangunan yang berbasis analisis gender agar kebutuhan perempuan dan laki-laki terakomodasi secara adil dan tepat sasaran. 3. Meningkatkan kelayakan, kenyamanan, dan keamanan bangunan pelayanan publik yang ramah gender dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. 4. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat secara setara melalui jalan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif gender.
Data Umum:
Populasi di Kelurahan Banyu Urip tahun 2025 : Jumlah Penduduk Laki - Laki : 13.339 orang Jumlah Penduduk Perempuan : 14.210 orang Jumlah Seluruh Penduduk Kelurahan Banyu Urip : 27.549 orang
Jumlah Sumber Daya Manusia di Kelurahan Banyu Urip Jumlah Pegawai Perempuan : 7 orang Jumlah Pegawai Laki - Laki : 11 orang Distribusi jenis kelamin dalam kepemimpinan di Kelurahan Banyu Urip Jumlah seluruh struktural di Kelurahan Banyu Urip : 5 orang Jumlah Struktural Perempuan : 2 orang Jumlah Struktural Laki - Laki : 3 orang
Jumlah RW di seluruh Kelurahan Banyu Urip 9 RW Jumlah RT di seluruh Kelurahan Banyu Urip 91 RT Distribusi frekuensi kesetaraan gender di jejaring Kelurahan Banyu Urip Jumlah Ketua RT Perempuan : 8 orang Jumlah Ketua RT Laki - Laki : 83 orang Jumlah KSH Perempuan : 379 orang Jumlah KSH Laki - Laki : 5 orang
Distribusi Jenis Pekerjaan menurut jenis kelamin di Kelurahan Banyu Urip tahun 2025 : Total penduduk yang bekerja di wilayah Kelurahan Banyu Urip : 5.409 orang Total penduduk berjenis kelamin perempuan yang bekerja : 2.049 orang Total penduduk berjenis kelamin laki - laki yang bekerja : 3.360 orang Terdapat 313 KK Perempuan di Kelurahan Banyu Urip dengan rincian 17 KK Perempuan berstatus belum menikah, 111 KK berstatus cerai hidup dan 185 KK berstatus cerai mati.
1. Pembangunan Saluran U-Ditch 60/80 dengan Cover Gandar 5 ton Girilaya RW 8 beserta Biaya Perencanaan dan Pengawasan Fisik dengan nilai pekerjaan 400 Jt 2. Rehabilitasi Ringan Bangunan Tidak Bertingkat (30%) (JL. BALAI RW 6), Rehabilitasi Ringan Bangunan Tidak Bertingkat (30%) (JL. BALAI RT 6 RW 8) beserta Biaya Pengawasan dan Perencanaan Fisik dengan nilai pekerjaan 600 Jt 3. Pembangunan Saluran U-Ditch 100/120 dengan Cover Gandar 10 ton (JL. SIMO KATRUNGAN KIDUL II RT 7 RW 1), Pembangunan Saluran U-Ditch 60/80 dengan Cover Gandar 5 ton (JL. SIMO KWAGEN BUNTU KIDUL RT 5 RW 2), Pembangunan Saluran U-Ditch 40/60 dengan Cover Gandar 5 ton (JL. BANYU URIP KIDUL 4A RT 3 RW 3), Pembangunan Saluran U-Ditch 30/40 dengan Cover Gandar 5 ton (JL. BANYU URIP WETAN 4C RT 7 RW 7) beserta Biaya Pengawasan dan Perencanaan Fisik dengan nilai pekerjaan 700 Jt 4. Pembangunan Jalan Paving Baru Lebar 3 m dan Saluran 30/40 dengan Cover Dua Sisi (JL. BANYU URIP KIDUL 10-C), Pembangunan Jalan Paving Baru Lebar 2 m (Tebal 6 cm) (JL. BANYU URIP KIDUL 5 RT 1 RW 9), Pembangunan Jalan Paving Baru Lebar 2 m dan Saluran 30/40 dengan Cover (JL. BANYU URIP KIDUL I NO. 18-41 RT 2 RW 5), Pembangunan Jalan Paving Baru Lebar 6 m dan Saluran 40/60 dengan Cover Dua Sisi (JL. BANYU URIP KIDUL III RT 11 RW 4)
Akses:
1. Perempuan dan laki-laki memiliki akses yang sama dalam menyampaikan usulan lokasi pembangunan saluran U-Ditch melalui musyawarah kelurahan, serta memperoleh lingkungan yang lebih aman dari genangan. 2. Perempuan dan laki-laki memperoleh akses yang setara terhadap informasi perencanaan pembangunan fisik kelurahan. 3. Perempuan dan laki-laki memiliki akses yang sama terhadap penggunaan bangunan pelayanan publik yang direhabilitasi. 4. Perempuan dan laki-laki memperoleh akses yang setara terhadap jalan lingkungan yang layak dan aman.
Partisipasi:
1. Perempuan dan laki-laki dilibatkan secara proporsional dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan saluran drainase lingkungan. 2. Keterwakilan perempuan dan laki-laki diupayakan secara seimbang dalam survei lapangan, konsultasi publik, dan musyawarah perencanaan. 3. Perempuan dan laki-laki dilibatkan dalam penyampaian kebutuhan perbaikan bangunan dan evaluasi kenyamanan fasilitas. 4. Perempuan dan laki-laki dilibatkan dalam penentuan lokasi dan prioritas pembangunan jalan paving.
Kontrol:
1. Perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang setara dalam memberikan masukan dan pengawasan terhadap kualitas dan pemanfaatan saluran U-Ditch. 2. Perempuan dan laki-laki dapat memberikan masukan dalam penentuan desain, lokasi, dan prioritas pembangunan fisik. 3. Perempuan dan laki-laki dapat menyampaikan penilaian terhadap kelayakan, keamanan, dan fungsi bangunan pasca rehabilitasi. 4. Perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam pengawasan kualitas pembangunan jalan lingkungan.
Manfaat:
1. Berkurangnya genangan air meningkatkan keselamatan, kesehatan lingkungan, serta kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan lansia. 2. Dokumen perencanaan yang dihasilkan lebih responsif gender dan mampu menjawab kebutuhan nyata seluruh masyarakat. 3. Tersedianya bangunan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan ramah gender bagi seluruh pengguna, khususnya perempuan dan kelompok rentan. 4. Meningkatnya mobilitas, keselamatan, dan akses ke layanan publik serta kegiatan ekonomi bagi seluruh masyarakat secara setara.
1. Perencanaan Belum Sepenuhnya Responsif Gender 2. Akses Informasi Pembangunan yang Belum Merata 3. Kapasitas SDM Aparatur yang Beragam 4. Keterbatasan Data Terpilah Gender 1. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat 2. Kondisi Lingkungan dan Kepadatan Permukiman 3. Perbedaan tingkat pendidikan dan ekonomi antar warga 4. Kurangnya Kesadaran Masyarakat terhadap PUG 5. Dinamika Perkembangan Wilayah Perkotaan 1. Mewujudkan infrastruktur kelurahan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga, termasuk perempuan, laki-laki, anak, lansia, dan penyandang disabilitas. 2. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas sarana dan prasarana agar mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik secara setara bagi semua kelompok masyarakat. 3. Mengintegrasikan perspektif gender dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemanfaatan pembangunan untuk memastikan manfaat yang adil dan merata. 4. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan melalui mekanisme konsultasi dan pengawasan yang inklusif gender. 5. Meningkatkan keberlanjutan dan fungsi sarana dan prasarana sehingga lingkungan kelurahan lebih tertata, sehat, dan mendukung kualitas hidup warga. 1. Pembangunan saluran U-Ditch dengan desain aman dan mudah dijangkau pejalan kaki. 2. Penyusunan dokumen perencanaan teknis (gambar, RAB) dengan analisis mendukung kebutuhan yang menyesuaikan gender 3. Identifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pelayanan publik dengan masukan dari perempuan, anak, dan lansia. 4. Pembangunan jalan paving dengan permukaan rata, tidak licin, dan aman untuk pejalan kaki, anak, lansia, dan penyandang disabilitas. 1. Data terpilah terkait kondisi demografi dan sosial 2. Kondisi Sarana dan Prasarana Eksisting 3. Kebutuhan Dasar / Prioritas 4. Permasalahan dan Kesenjangan : a. Internal: Kurangnya integrasi perspektif gender, kapasitas aparatur terbatas, pengawasan pembangunan fisik belum responsif gender. b. Eksternal: Norma budaya, kesenjangan sosial ekonomi, keterbatasan akses informasi, dan kondisi lingkungan padat.
Output:
1. Saluran drainase U-Ditch yang terpasang sesuai rencana, aman, dan dapat mengurangi genangan lingkungan 2. Dokumen perencanaan fisik yang lengkap dan responsif gender (gambar teknis, RAB, dan dokumen pendukung) 3. Bangunan pelayanan publik yang layak, aman, nyaman, dan ramah gender untuk seluruh pengguna 4. Jalan lingkungan berpaving yang rata, aman, dan dapat diakses oleh perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas
Outcome:
1. Terwujud lingkungan permukiman bebas genangan, aman bagi semua warga, mendukung aktivitas sosial dan ekonomi perempuan serta keselamatan anak dan lansia 2. Pembangunan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan masyarakat, dengan pertimbangan gender sehingga manfaat dapat dirasakan secara adil 3. Peningkatan kenyamanan, keamanan, dan fungsi bangunan bagi seluruh pengguna tanpa diskriminasi gender 4. Meningkatnya mobilitas dan akses warga ke fasilitas publik, layanan sosial, dan kegiatan ekonomi secara setara dan inklusif gender