| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan (Kelurahan Kedungdoro)
Sub Kegiatan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkakan Kepuasan Masyarakat terhadap Inovasi Pengembangan Wilayah dan Layanan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta mendorong Pelaksanaan Pengarustama-an Gender (PUG) |
Data Umum:
Kelurahan Kedungdoro berlokasi di Pusat Kota Surabaya dengan pemukiman padat penduduk perlu pembenahan lingkungan serta sanitasi yang sehat
Kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari, dengan jumlah penduduk: 22.557 Jiwa terdiri L: 11.078 orang P: 11.479 orang (sesuai dengan Data Kependudukan Kota Surabaya)
Jumlah RT pada akhir tahun 2024 dan tahun 2025 adalah sejumlah 69 RT, Jumlah RW pada akhir tahun 2024 dan tahun 2025 adalah sejumlah 10 RW, LPMK 1
Pengurus PKK Kelurahan 20 orang, KSH 222 Posga 14
Jumlah UMKM yang ada di wilayah kelurahan Kedungdoro sesuai dengan pendataan 113 UMKM
|
Akses:
Adanya kesamaan pemenuhan kebutuhan mempergunakan sarana prasarana dalam melaksanakan pembangunan di Kelurahan
Partisipasi:
Tingginnya Peran serta warga dalam mendukung/mendorong kegiatan Pembangunan di Kelurahan terutama peran perempuan
Kontrol:
Kegiatan ini dapat di kontrol langsung oleh bapak Lurah melalui kasie Pembangunan dan Ketertiban
Manfaat:
Pelaksanaan pembangunan dapat saling berkontribusi baik peran perempuan maupun laki-laki |
Adanya anggapan bahwa petugas perempuan hanya dapat mendukung dalam tugas administrasi. | Budaya organisasi yang masih menganggap bahwa yang lebih aktif dan produktif dalam kegiatan kepengurusan adalah laki-laki. • Adanya persepsi dari masyarakat dalam pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat kelurahan Kedungdoro lebih sesuai jika dilaksanakan oleh laki-laki daripada perempuan | Terpenuhinya sarana dan prasarana masyarakat di Kelurahan Kedungdoro | Meningkatkan peran serta laki-laki dan perempuan dalam pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana di Kelurahan Kedungdoro secara seimbang | Kelurahan Responsif Gender dilaksanakan dengan beberapa fase |
Output:
Dilaksanakannya pembangunan Kelurahan oleh Pokmas dan organisasi masyarakat maupun penyedia
Outcome:
Wilayah pemukiman yang teratur dan sanitasi sehat untuk semua warga masyarakat |