| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Program:
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DAN KELURAHAN
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Siwalankerto
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan 7. Sasaran Sub Kegiatan |
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Siwalankerto L: 8.611 P: 8.763 Pelaksana sub kegiatan L: 8.626 P: 8.785
Jumlah RT tahun 2025: L:39 orang P:1 orang Jumlah RW tahun 2025 : L:5 orang P:1 orang
Jumlah : Posyandu Balita : 20 Posyandu Remaja : 1 Posyandu Lansia : 6
Kelompok UKM : 1 PKK: Kartar: KSH : Kelompok Pengajian : 6
Ketua LPMK : 1 LK Ketua RW : 5 LK , 1 PR Ketua RT : 39 LK; 1 PR
|
Akses:
Kelurahan belum bisa memberikan sarana-prasarana pendukung aktivitas secara maksimal
Partisipasi:
Tidak semua anggota Pokmas/Ormas aktif
Kontrol:
Belum semua Pokmas/Ormas kegiatannya berjalan aktif sehingga kelurahan kurang optimal dalam melakukan pendampingan dan pembinaan
Manfaat:
Pokmas/ormas belum mendapatkan manfaat karena belum tersedianya sarana dan prasarana untuk mengembangkan kegiatan |
Belum optimalnya penyerapan anggaran tahun 2025 untuk memenuhi sarana dan prasarana | Tingkat swadaya masyarakat di wilayah kelurahan belum optimal Persepsi masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat terkesan hanya berupa himbauan atau seruan belum sampai tindakan aktif | Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan untuk meningkatkan penghasilan atau mengangkat perekonomian masyarakat | 1.Pengadaan sarana dan prasarana kegiatan berupa kursi lipat, speaker portable, computer, printer, LCD, screen projector, meja lipat, kipas angin 2. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga 3. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 4. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan 5. Pengadaan biaya operasional Balai RW 6. Pengadaan biaya operasional Balai RT 7. Pengadaan snack | 1.Pengadaan sarana dan prasarana kegiatan berupa kursi lipat, speaker portable, computer, printer, LCD, screen projector, meja lipat, kipas angin 2. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga 3. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 4. Pengadaan Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan 5. Pengadaan biaya operasional Balai RW 6. Pengadaan biaya operasional Balai RT 7. Pengadaan snack |
Output:
-Tersedianya sarana dan prasarana untuk kegiatan administrasi dan pengembangan organisasi -Tersedianya Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga -Tersedianya Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) -Tersedianya Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan - Tersedianya Pengadaan biaya operasional Balai RW - Tersedianya Pengadaan biaya operasional Balai RT - Tersedianya snack untuk menunjang kegiatan organisasi
Outcome:
- Persentase Kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi - Persentase Potensi Usaha yang difasilitasi |