Gender Analysis Pathway
Kecamatan Rungkut

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Kedung Baruk (PEMBERDAYAAN)
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Untuk peningkatan kapasitas, kapabilitas dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kelurahan dengan mendayagunakan potensi dan sumber daya sendiri
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Kedung Baruk sebanyak : 16.102 Jiwa Jumlah KK : 5.469 KK L : 7.957 Jiwa P : 8.145 Jiwa
Jumlah RT Tahun 2024: L : 41 org P : 8 org Jumlah RW Tahun 2024 : L : 10 orang P : - orang
Jumlah Keluarga Miskin di Kelurahan Kedung Baruk : 67 KK Jumlah Masjid di Kelurahan Kedung Baruk sebanyak: 4 Lokasi
Jumlah PPT di Kelurahan Kedung Baruk sebanyak : 4 Lokasi Jumlah Lembaga Muslimat di Kelurahan Kedung Baruk sebanyak 2 lembaga
Jumlah Lembaga Fatayat di Kelurahan Kedung Baruk sebanyak 2 Lembaga Jumlah UMKM : 330
Akses:
Kelurahan memiliki akses memberikan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana Balai RT maupun Lembaga Masyarakat lainnya misalnya Kumpulan Fatayat, Muslimat, Pos PAUD Terpadu (PPT) dan lain sebagainya. Disamping itu Kelurahan memiliki akses untuk mengentaskan angka kemiskinan melalui program padat karya.
Partisipasi:
Tingginya antusiasme warga masyarakat untuk menggunakan Balai RT sebagai tempat kegiatan
Kontrol:
Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana Balai RT maupun Lembaga Masyarakat lainnya bergantung pada ketersediaan anggaran Kelurahan
Manfaat:
Pemenuhan sarana dan prasarana di Balai RT memberikan manfaat bagi seluruh warga karena akan menjadikan Balai RT Sebaga sarana yang nyaman untuk kegiatan masyarakat
- Kurangnya sarana dan prasarana di balai RT maupun Lembaga Masyarakat lainnya - Karena terbatasnya dana operasional yang dimiliki Balai RT maupun Lembaga Masyarakat lainnya - Kondisi Balai RT maupun Lembaga Masyarakat lainnya yang terbatas - Pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah ditempatkan di Balai RT - Terbatasnya kemampuan RT dan RW dalam hal Teknologi Informasi, menyebabkan pelayanan kurang optimal - Meningkatkan kapasitas Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan pemenuhan kebutuhan operasional (sarana dan prasarana 1. Biaya Operasional Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) 2. Biaya Operasional Ketua Rukun Warga (RW) 3. Biaya Operasional Ketua Rukun Tetangga (RT) 4. Biaya operasional Balai RT 5. Biaya Operasional Balai RW 1. Biaya Operasional Ketua LPMK, RW dan RT yang masih menjadi beban masyarakat 2. Biaya Operasional Balai RW dan RT yang masih menjadi beban masyarakat
Output:
Jumlah Balai RW dan RT yang menerima Biaya Operasional
Outcome:
Jumlah warga yang menikmati kenyamanan pelayanan di Balai RT dan RW semakin meningkat