| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Program:
Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB)
Kegiatan:
Pengendalian dan Pendistribusian Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi serta Pelaksanaan Pelayanan KB di Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya
Tujuan Sub Kegiatan:
Meningkatkan kualitas pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemberi Layanan Keluarga Berencana (KB) |
Data Umum:
Dasar Hukum Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 77 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya
Jumlah peserta KB Aktif tahun 2025 berdasarkan metode kontrasepsi (mCPR) : - Suntik : 191.190 - Pil : 125.053 - Kondom : 18.463 - Implant : 21.756 - IUD : 39.350 - Vasektomi : 1.399 - Tubektomi : 25.731
Jumlah Fasilitas Kesehatan pelayanan KB yang bekerja sama dengan DP3APPKB pada tahun 2025 sejumlah 223 Fasilitas Kesehatan
Fasilitas Kesehatan pemberi layanan KB terdiri dari : Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Tempat Praktik Mandiri Bidan, dan Dokter Praktik Mandiri
Terdapat pelayanan KB yang dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat
|
Akses:
Fasilitas Kesehatan memiliki kemudahan dalam mendapatkan alat dan obat kontrasepsi melalui kerja sama dengan DP3APPKB
Partisipasi:
Fasilitas Kesehatan dapat memilih apakah ingin bekerja dalam pelayanan KB dengan DP3APPKB atau berjalan secara mandiri
Kontrol:
Beberapa Fasilitas Kesehatan memilih untuk tidak melayani metode kontrasepsi jangka panjang
Manfaat:
Tidak semua fasilitas kesehatan memanfaatkan fasiltias alat dan obat kontrasepsi yang tersedia di DP3APPKB |
Kurang optimalnya upaya kerjasama dengan mitra kerja pelayanan KB | Belum semua tenaga kesehatan pemberi layanan KB memiliki sertifikat CTU (Contraception Technology Update) | Meningkatkan kualitas pelayanan KB melalui optimalisasi kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan pemberi layanan KB | - Perluasan akses pelayanan KB dengan menjalin kerja sama dengan Fasilitas Kesehatan yang belum terdaftar sebagai mitra - Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Fasilitas Kesehatan | - Jumlah peserta KB Aktif tahun 2025 berdasarkan metode kontrasepsi (mCPR) : - Suntik : 191.190 - Pil : 125.053 - Kondom : 18.463 - Implant : 21.756 - IUD : 39.350 - Vasektomi : 1.399 - Tubektomi : 25.731 - Jumlah Fasilitas Kesehatan pelayanan KB yang bekerja sama dengan DP3APPKB pada tahun 2025 sejumlah 223 Fasilitas Kesehatan - Fasilitas Kesehatan pemberi layanan KB terdiri dari : Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas, Tempat Praktik Mandiri Bidan, dan Dokter Praktik Mandiri - Terdapat pelayanan KB yang dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat |
Output:
Jumlah Laporan Hasil Pembinaan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya sejumlah 1 Laporan
Outcome:
Proporsi Kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB Modern yaitu 84,02% |