Gender Analysis Pathway
Kecamatan Tandes

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformulasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Program:
Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (2026)
Kegiatan:
Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah
Sub Kegiatan:
Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah
Tujuan Sub Kegiatan:
a. Menjadi acuan perencanaan tahunan Kecamatan b. Menjaga konsistensi dan efisiensi pembangunan c. Mendukung akuntabilitas kinerja perangkat daerah d. Menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan
Data Umum:
Jumlah penduduk Kecamatan Tandes : ± 91.4747 orang Laki-laki: 44.940 orang Perempuan: 46.534 orang
Tokoh Pelaksana (RW): 51 orang Laki-laki: 46 orang Perempuan: 5 orang
-
-
-
Akses:
Perempuan memiliki akses terbatas dalam proses penyusunan dan pembahasan dokumen perencanaan.
Partisipasi:
Partisipasi perempuan dalam forum perencanaan dan pengambilan keputusan masih rendah.
Kontrol:
Kontrol terhadap arah dan prioritas perencanaan didominasi oleh laki-laki.
Manfaat:
Dokumen perencanaan belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan spesifik perempuan dan kelompok rentan.
Penyusunan dokumen perencanaan belum sepenuhnya menggunakan data terpilah gender. 2. Kurangnya pemahaman perencana terhadap PUG dan perencanaan responsif gender. 1. Budaya organisasi dan sosial yang masih menganggap perencanaan sebagai ranah teknokratis yang maskulin. 2. Keterbatasan regulasi teknis internal yang mewajibkan analisis gender dalam dokumen perencanaan. Meningkatkan kualitas dokumen perencanaan perangkat daerah yang inklusif, partisipatif, dan responsif gender. 1. Penyusunan dokumen perencanaan dengan memanfaatkan data terpilah gender. 2. Pelibatan perwakilan perempuan dalam proses penyusunan dan pembahasan dokumen. 3. Koordinasi lintas sektor untuk memastikan perspektif gender terintegrasi. 1. Jumlah dokumen perencanaan yang disusun: 8 dokumen 2. Tingkat keterlibatan perempuan dalam proses penyusunan: masih terbatas
Output:
1. Tingkat keterlibatan unsur perempuan dalam proses penyusunan dokumen perencanaan. 2. Jumlah Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah yang disusun (8 dokumen). 3. Persentase ketepatan waktu penyusunan perencanaan dan evaluasi (100%).
Outcome:
Meningkatnya kualitas dan akuntabilitas dokumen perencanaan perangkat daerah.