Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformulasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
Program:
Program Fasilitas Kegiatan Kewilayahan
Kegiatan:
Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Gebang Putih
Sub Kegiatan:
Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan
Tujuan Sub Kegiatan:
Pemenuhan Pembangunan Sarana dan Prasarana |
Data Umum:
Data umum: Jumlah penduduk di wilayah Kelurahan Gebang PutihL : 3.834 P : 3.937
Akses : Jumlah total warga yang menerima informasi tentang pembangunan sarana dan prasaran kelurahan Gebang Putih:L: 1.301 P: 1.011
Partisipasi: Jumlah warga yang hadir dalam kegiatan musbangkel kelurahan Gebang Putih
L: 36 P: 5
Kontrol : Jumlah pejabat pengampuh kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana di Kelurahan Gebang Putih
Eselon IV :
L: 4 P : 1
Manfaat : meningkatnya jumlah warga yang mendapatkan Manfaat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan Gebang Putih
L: 3.834
P : 3.937
|
Akses:
Adanya kesamaan kesempatan menerima informasi tentang pembangunan sarana dan prasaran kelurahan Gebang Putih. Namun jumlah penerima informasi perempuan lebih rendah dari pada laki-laki. Dengan perbandingan Laki-laki (33,9 %) Perempuan (25,67 %)
Partisipasi:
Proporsi jumlah warga yang hadir dalam kegiatan musbangkel di kelurahan Gebang Putih lebih banyak laki-laki dari pada perempuan dengan presentase laki-laki sebanyak 80 %, perempuan 20 %
Kontrol:
Proporsi pejabat yang melakukan pengawasan terhadap kegiatan ini didominasi perempuan
Manfaat:
Proporsi Warga laki-laki yang mendapatkan Manfaat pembangunan Sarana dan Prasarana di Kelurahan Gebang Putih lebih tinggi dari perempuan |
1. Tidak semua SDM dalam OPD paham tentang Konsep Gender atau Pembangunan responsif Gender 2. Kurang tersedianya sarana prasarana untuk mendukung kesetaraan Gender. | 1. Adanya persepsi masyarakat bahwa pembangunan sarana dan prasarana adalah tanggung jawab laki-laki. 2. Adanya anggapan bahwa perempuan lebih cocok menangani pekerjaan domestik. | 1. Meningkatkan Pemenuhan Pembangunan sarana dan prasarana kelurahan baik laki-laki maupun perempuan. 2. Meningkatkan kapasitas dan kapabiitas dalam pemenuhan pembangunan sarana dan prasarana masyarakat dengan mengakomodir responsive gender | • Monitoring Kondisi Jalan • Monitoring Infrastruktur Kawasan Kelurahan • Monitoring Pedangang Kaki Lima • Monitoring Saluran • Monitoring Pembangunan Permukiman serta Kependudukan | 1. Jumlah warga yang menerima informasi tentang pembangunan sarana dan prasarana kelurahan L: 1.301 P: 1.011 2. Jumlah warga yang hadir dalam kegiatan musbangkel Kelurahan Gebang Putih: L : 36 P: 5 3. Jumlah Warga yang mendapatkan Manfaat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan di Kelurahan Gebang Putih: L : 3.428 P: 3.416 |
Output:
Output : Meningkatkan akses informasi tentang Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan dari • Laki-laki dari 33,9 (%) 2023 menjadi 50 (%) 2023 • Perempuan dari 25,67 (%) 2023 menjadi 50 (%) 2023
Outcome:
Outcome: Meningkatnya Penerima manfaat Pembangunan Sarana dan Prasarana Kelurahan di Kelurahan Gebang Putih • Laki-laki dari 10 (%) 2023 menjadi 15 (%) 2023 • Perempuan dari 5 (%) 2023 menjadi 10 (%) 2023 |