| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan
Misi:
Memantafkan melalui ketersediaan infrastruktur dan utilitas kota yang modern berkelas dunia serta berkelanjutan
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Kelurahan
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Jemurwonosari
Sub Kegiatan:
Pembangunan Sarana Dan Prasarana Kelurahan
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Jumlah sarana dan prasarana kelurahan yang terbangun berupa optimalisasi saluran pembuangan air kotor
Sasaran Sub Kegiatan:
Seluruh warga masyarakat yang tinggal menetap dan hidup di wilayah Kelurahan Jemurwonosari |
Dasar Hukum:
a. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Daerah; b. Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Penanganan Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran yang responsif Gender untuk Pemerintah Daerah; c. Peraturan Daerah Kota Surabaya No Tahun 2014 tentang Pengarusutamaam Gender d. Perwali Kota Surabaya Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender.
Data Umum:
Jumlah Penduduk Tahun 2025, Total = 21.869 Jumlah Laki-laki = 10.822 Jumlah Perempuan = 11.047
Jumlah Organisasi Masyarakat Tahun 2025
Jumlah RW = 10
Laki-laki = 8
Perempuan = 2
Jumlah RT = 63
Laki-laki = 53
Perempuan = 10
Jumlah LPMK = 1
Laki-laki = 1
Jumlah KSH Tahun 2025
Laki-laki = -
Perempuan = 248
Jumlah PKK Tahun 2025
Laki-laki = -
Perempuan = 27
Jumlah Kelompok Tani Tahun 2025 = 5 Poktan
|
Akses:
Warga memiliki akses pembuangan air kotor ke saluran sekunder
Partisipasi:
Setiap warga memiliki saluran pembuangan kotor
Kontrol:
Warga tidak memiliki kewenangan untuk mengatur saluran sekunder
Manfaat:
Apabila saluran air berfungsi optimal maka dapat mencegah banjir dan sumber penyakit |
- Belum ada jadwal rutin untuk membersihkan saluran pembuangan air kotor - Monitoring saluran air belum optimal | - Adanya warga masyarakat yang membuang sampah sembarangan - Warga kurang memiliki kesadaran terhadap kebersihan sanitasi lingkungan | Jumlah sarana dan prasarana kelurahan yang terbangun berupa optimalisasi saluran pembuangan air kotor | - Sosialisasi terkait permasalahan saluran pembuang air kotor kepada warga - Pemeliharaan saluran pembuang air kotor - Pembangunan saluran air kotor | Jumlah Titik sebaran genangan di wilayah kelurahan Jemur Wonosari 20 lokasi |
Indikator Aktifitas:
Terlaksananya pembangunan saluran pembuang air kotor yang baru
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah pembangunan saluran pembuang air kotor yang baru
Indikator Kegiatan:
Jumlah kelurahan yang dikembangkan oleh potensi wilayahnya
Outcome Program:
Jumlah kelurahan yang melaksanakan musbangkel berdasarkan konsep inovasi
Impact:
Meningkatkan persentase pelayanan publik |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Muslich Hariadi S.SosNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |