Gender Analysis Pathway
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Transformasi menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan
Misi:
Mengakselerasi Transformasi Pengembangan Sektor Ekonomi Unggulan
Program:
Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner
Kegiatan:
Penjaminan Kesehatan Hewan, Penutupan dan Pembukaan Daerah Wabah Penyakit Hewan Menular Dalam Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Penyusunan Laporan Kegiatan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota
Sasaran Sub Kegiatan:
12 Laporan Pelaksanaan Kegiatan
Dasar Hukum:
Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 50 Tahun 2025 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kota Surabaya Tahun 2024 L: 1.494.734 orang (49,53%) P: 1.523.288 orang (50,47%)
Laporan kegiatan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pencegahan Penyakit Hewan serta Zoonosis
Laporan kegiatan Sosialisasi Penanganan Hewan Kurban
-
-
Akses:
Peserta kegiatan mendapat akses dari media sosial, informasi/usulan dari kecamatan/kelurahan, dan petugas penyuluh lapangan DKPP
Partisipasi:
- Peserta yang mengikuti kegiatan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan kebutuhan hewannya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan pencegahan penyakit hewan - Peserta yang mengikuti kegiatan Sosialisasi Penanganan Hewan Kurban adalah panitia pemotongan hewan kurban berdasarkan usulan dari Kecamatan -Proporsi yang mengikuti pelaksanaan kegiatan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pencegahan Penyakit Hewan serta Zoonosis lebih banyak laki-laki (73%) daripada perempuan (27%) -Proporsi yang mengikuti pelaksanaan Sosialisasai Penanganan Hewan Kurban semua Laki- Laki (100%)
Kontrol:
Pejabat pengawas - Eselon II P: 1 orang - Eselon III L: 1 orang laki-laki
Manfaat:
Proporsi perempuan yang menerima manfaat pelayanan kesehatan hewan dan pencegahan penyakit hewan serta sosialisasi penanganan hewan kurban masih rendah
1. Isu gender belum menjadi dasar untuk menentukan pemilihan pejabat pengawas pelaksana pencapaian target Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota 2. Belum adanya mekanisme pelayanan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan 3. Belum ada tahapan evaluasi pasca kegiatan pelayanan dan sosialisasi terkait kesehatan hewan dan penanganan hewan kurban - Adanya anggapan bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan perawatan hewan lebih cocok dilakukan laki-laki daripada perempuan karena dipandang pekerjaan yang kotor dan berat - Adanya persepsi pekerjaan tersebut terlalu sulit bagi perempuan khususnya dalam hal handling hewan -Meningkatkan peran DKPP sebagai PD yang dapat memberikan pelayanan kesehatan hewan yang optimal - Penyusunan Laporan Pemberantasan Penyakit Hewan Menular dan Zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota yang terdiri dari: 1. Laporan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pencegahan Penyakit Hewan serta Zoonosis 2. Laporan kegiatan Sosialisasi Penanganan Hewan Kurban 1. Pelayanan Kesehatan Hewan berupa pengobatan hewan (ternak dan non ternak) dan Pencegahan Penyakit Hewan pada ternak berupa vaksinasi dan desinfeksi sarana peternakan 2. Sosialisasi Penanganan Hewan Kurban pada Panitia Pemotongan Hewan Kurban Pada tahun 2025: 1. Peserta yang berpartisipasi pada kegiatan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pencegahan Penyakit Hewan serta Zoonosis diikuti lebih banyak laki-laki (73%) daripada perempuan (27%) 2. Jumlah peserta yang berpartisipasi kegiatan Sosialisasi Penanganan Hewan Kurban pada panitia pemotongan hewan kurban semua laki- laki (100%)
Indikator Aktifitas:
1. Terwujudnya kegiatan kegiatan Pelayanan Kesehatan Hewan dan Pencegahan Penyakit Hewan serta Zoonosis selama 12 bulan 2. Terwujudnya kegiatan Sosialisasi Penanganan Hewan Kurban pada Panitia Pemotongan Hewan Kurban sebanyak 100 orang
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah wilayah atau kawasan yang mengalami penurunan kasus penyakit hewan menular dan zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/kota (12 Laporan)
Indikator Kegiatan:
Persentase hewan sehat yang telah diintervensi pelayanan kesehatan hewan (90%)
Outcome Program:
Persentase wilayah yang terkendali dari penyakit hewan menular strategis (100%)
Impact:
1. Meningkatkan kesehatan ternak , produktivitas ternak, dan mencegah penyakit zoonosis . 2. Meningkatkan kesadaran panitia pemotongan hewan kurban tentang pentingnya higiene dan sanitasi dalam pengolahan daging kurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Ir. Antiek Sugiharti, M.Si
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg