Gender Analysis Pathway
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong Royong menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehat jasmani dan rohani, produktif serta berkarakter melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya
Program:
Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB)
Kegiatan:
Pengendalian dan Pendistribusian Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi serta Pelaksanaan Pelayanan KB di Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Pengendalian Pendistribusian Alat dan Obat Kontrasepsi dan Sarana Penunjang Pelayanan KB ke Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi tanpa putus
Sasaran Sub Kegiatan:
Pasangan Usia Subur (PUS), Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemberi Layanan KB, dan Gudang Alat dan Obat Kontrasepsi
Dasar Hukum:
Dasar Hukum Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 77 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya
Data Umum:
Pelayanan Keluarga Berencana adalah pemberian, pemasangan, atau tindakan lain yang berkaitan dengan alat/obat kepada pasangan usia subur untuk mengatur jarak kelahiran, menunda, atau mencegah kehamilan yang tidak diinginkan
Jumlah peserta KB Aktif tahun 2025 berdasarkan metode kontrasepsi (mCPR) : - Suntik : 191.190 - Pil : 125.053 - Kondom : 18.463 - Implant : 21.756 - IUD : 39.350 - Vasektomi : 1.399 - Tubektomi : 25.731
Jumlah Kader institusi Masyarakat Perkotaan sejumlah 2.214
Terdapat pelayanan KB yang dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat
Penggerakan pelayanan KB dilaksanakan di 31 Kecamatan di Kota Surabaya
Akses:
Pasangan Usia Subur (PUS) memiliki kemudahan akses untuk ber-KB
Partisipasi:
Masyarakat dapat berpartisipasi dalam program Keluarga Berencana baik dengan pembiayaan pemerintah maupun mandiri
Kontrol:
Pada KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang kontrol terletak pada pasangannya
Manfaat:
Program Keluarga Berencana memiliki manfaat utama yaitu untuk mengatur jumlah kelahiran pada keluarga, menurunkan resiko kematian ibu dan anak, serta mencegah keluarga mempunyai balita yang stunting
Kurang optimalnya upaya kerjasama dengan mitra kerja pelayanan KB - Kurangnya kesadaran pria dalam penggunaan KB - Masih adanya masyarakat yang beranggapan bahwa penggunaan KB sebagai tugas / kewajiban bagi wanita saja - Adanya isu yang berkembang di masyarakat terkait efek samping yang merugikan setelah pelaksanaan KB Meningkatkan Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan alat kontrasepsi tanpa putus Pelayanan program Keluarga Berencana kepada masyarakat dan Pendistribusian alat dan obat kontrasepsi ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan pemberi layanan KB serta Peningkatan kerja sama dengan Fasilitas Pelayanan Kesehatan pemberi layanan KB Jumlah peserta KB Aktif tahun 2025 berdasarkan metode kontrasepsi (mCPR) : - Suntik : 191.190 - Pil : 125.053 - Kondom : 18.463 - Implant : 21.756 - IUD : 39.350 - Vasektomi : 1.399 - Tubektomi : 25.731
Indikator Aktifitas:
Pelaksanaan program pelayanan Keluarga Berencana di Kota Surabaya
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Laporan Pengendalian Pendistribusian Alat dan Obat Kontrasepsi dan Sarana Penunjang Pelayanan KB ke Fasilitas Kesehatan Termasuk Jaringan dan Jejaringnya 1 laporan
Indikator Kegiatan:
Proporsi Kebutuhan KB yang terpenuhi menurut alat/cara KB Modern 84,02%
Outcome Program:
- Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) 14,5% - Persentase Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD) 20%
Impact:
Meningkatnya Pasangan Usia Subur yang mengikuti program Keluarga Berencana
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Dra. Ida Widayati., MM
NIP. 196809081996022002
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg