| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong Royong menuju kota dunia yang maju,humanis dan berkelanjutan
Misi:
Mewujudkan perekonomian inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembukaan lapangan kerja baru melalui penguatan kemandirian ekonomi lokal, konsififitas iklim investasi, penguatan daya saing Kota Surabaya sebagai pusat penghubung perdagangan dan jasa antar pulau yang bertaraf internasional
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Rungkut Menanggal
Kegiatan:
Kegiatan Pemberdayaan Kelurahan Rungkut Menanggal
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Rungkut Menanggal
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Sasaran Sub Kegiatan Kelompok Masyarakat (POKMAS) dan Organisasi Masyarakat (ORMAS) di Kelurahan Rungkut Menanggal
Sasaran Sub Kegiatan:
Pomkas dan Ormas di Kelurahan Rungkut Menanggal |
Dasar Hukum:
Penyusunan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan gender dan Peraturan Walikota Nomor 43 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan gender untuk mencapai pembangunan di Kota Surabaya yang adil baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Data Umum:
Wilayah Kelurahan Rungkut Menanggal banyak permukiman dengan jumlah padat penduduk diperlukan saluran agar menghindari genangan serta akses jalan yang membantu mobilitas warga.
Jumlah Penduduk Kelurahan Rungkut Menanggal Tahun 2024
L: 6.484 orang
P: 6.749 orang
Jumlah KK di Kelurahan Rungkut Menanggal Tahun 2024 :
Ada 4.359 KK
Ketersediaan Balai RW Kelurahan Rungkut Menanggal Tahun 2025 :
Ada 4 Balai RW
Kondisi Balai RW Tahun 2025 :
Baik : 4 Balai RW
Jumlah Ketua RW Tahun 2025 :
L : 4 orang
P : 0 orang
Jumlah Ketua RT 2025
L : 30 orang
P : 3 orang
|
Akses:
Pokmas/ormas dapat mengakses pembinaan dari Kelurahan
Partisipasi:
Pokmas/ormas yang masuk daftar intervensi dapat aktif dalam pembinaan dari Kelurahan
Kontrol:
Pokmas/ormas dapat mengembangkan kegiatannya selain mendapatkan pembinaan dari Kelurahan
Manfaat:
- Pokmas/ormas mendapatkan manfaat melalui pembinaan yang dilakukan oleh Kelurahan - Pokmas/ormas dapat berkolaborasi dengan kelurahan untuk menurunkan jumlah warga miskin, pendampingan balita stunting, pendampingan dan pemberdayaan UMKM |
- Belum optimalnya perencanaan anggaran tahun 2026 untuk pengembangan program kegiatan padat karya pengolahan pangan, sehingga optimalisasinya dapat dilaksanakan secara bertahap pada tahun berikutnya. - Belum terpenuhinya pemanfaatan lahan kosong untuk menambah pendapatan keluarga miskin (gamis) | - Pelaksanaan Padat karya pada warga gamis yang memiliki pekerjaan tidak dapat terlibat penuh dalam pengembangan kegiatan padat karya - Pelaksana kegiatan sulit menentukan jadwal pelatihan - Terbatasnya kemampuan RT dan RW dalam hal Teknologi Informasi, menyebabkan pelayanan kurang optimal. | Mengembangkan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan dengan melaksanakan program padat karya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan pemenuhan sarana prasarana lembaga (RW) | 1. Penyediaan Jumlah Pokmas dan Ormas yang melaksanakan Pemberdayaan masyarakat Kelurahan 2. Pelatihan Padat Karya (pengolahan makanan dan packaging) 3. Penyediaan sarana dan prasarana pojok UMKM padat karya di Rungkut Menanggal 4. Optimalisasi pelayanan RT dan RW kepada masyarakat melalui pelayanan sayang warga di Balai RW di wilayah Kelurahan Rungkut Menanggal | 1. Pada tahun 2026, kondisi masyarakat kelurahan Rungkut Menanggal kurang optimal untuk program Padat Karya, dalam hal ini warga memiliki kendala kurang pengalaman dan kemauan bekerja mandiri atau wirausaha. 2. Pada tahun 2026, belum maksimal mengadakan pelatihan olahan makanan dapackaging) 3. Pada tahun 2026 anggaran untuk Pemberdayaan pelaku usaha dan UMKM belum maksimal 4. Pendampingan UMKM untuk menjadi usaha yang berkembang dan mandiri |
Indikator Aktifitas:
1. Lancarnya kegiatan di Balai RW dan RT 2. Terlaksananya pelatihan dan padat karya yang menjadi program pemerintah 3. Pendampingan UMKM yang maksimal agar menjadi mandiri
Indikator Sub Kegiatan:
Nilai Kepuasan Masyarakat Kelurahan dalam rangka kegiatan pemberdayaan masyarakat
Indikator Kegiatan:
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum
Outcome Program:
Presentase Kelurahan yang menindaklanjuti konsep inovasi padat karya dan pemberdayaan dan pendampingan UMKM
Impact:
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap inovasi pengembangan wilayah dan layanan ketentraman dan ketertiban umum |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Kecamatan Gunung Anyar Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Ario Bagus Permadi, S.IPNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |