| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
“Gotong Royong menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan”
Misi:
Misi 1 Mewujudkan Perekonomian Inklusif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat dan Pembukaan Lapangan Kerja Baru melalui Penguatan Kemandirian Ekonomi Lokal, Kondusifitas Iklim Investasi, Penguatan Daya Saing Surabaya sebagai Pusat Penghubung Perdagangan dan Jasa antar Pulau serta Internasional. Misi 2 Membangun Sumber daya manusia (SDM) unggul, sehat jasmani dan rohani, produktif serta berkarakter melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Program:
1.06.02 Pemberdayaan Sosial
Kegiatan:
1.06.02.2.03 Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
1.06.02.2.03.0001 Peningkatan Kemampuan Potensi Pekerja Sosial Masyarakat Kewenangan Kabupaten/Kota
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan kualitas kebutuhan dasar
Sasaran Sub Kegiatan:
Meningkatkan keterlibatan lembaga dalam kegiatan kemasyarakatan |
Dasar Hukum:
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai: 1.Peraturan Walikota Surabaya Nomor 75 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Sosial bahwa pada Pasal 8 disebutkan bahwa salah satu tugas dan fungsi dari Bidang Pemberdayaan Sosial adalah Pelaksanaan Pengembangan, Pembinaan dan Pendayagunaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Perseorangan
Data Umum:
Jumlah PSKS/Relawan Sosial : L : 630 Orang (42,19%) P : 863 Orang (51,80%)
Dari jumlah tersebut terdapat Jumlah PSKS/ Relawan Sosial:
1.TKSK 30 orang
2.Tagana 59 orang
3.PSM 1292 Orang
4.Pendamping Rehabilitasi Sosial 18 Orang
Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial 94 orang
Bekerja atau berkontribusi secara sukarela dalam gerakan sosial kemanusiaan untuk kepentingan masyarakat
Membantu tercapainya visi misi organisasi
Eselon IIb (Kepala Dinas) :
L : 0
P : 1
Eselon IIIb (Kepala Bidang):
L : 0
P : 1
N.e (Ketua tim kerja) :
P : 1 Orang
L : 1 Orang
|
Akses:
Terdapat jumlah relawan sosial yang signifikan, yaitu 1.493 orang (630 laki-laki dan 863 perempuan). Ini menunjukkan adanya akses yang relatif baik bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan sosial, yang dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan pekerja sosial di daerah tersebut.
Partisipasi:
Kegiatan yang dilakukan oleh relawan sosial, seperti berkontribusi dalam gerakan sosial kemanusiaan, menunjukkan adanya partisipasi aktif dari masyarakat. Ini mencerminkan kesadaran dan keinginan untuk terlibat dalam pembangunan sosial. Partisipasi perempuan dalam posisi kepemimpinan atau pengambilan keputusan masih rendah, dengan hanya 94 orang wanita pemimpin kesejahteraan sosial dari total relawan.
Kontrol:
-Dengan adanya berbagai organisasi dan kelompok relawan, seperti Karang Taruna dan PSM, terdapat peluang bagi anggota masyarakat untuk memiliki kontrol lebih besar dalam pengambilan keputusan terkait program sosial. -Perempuan memiliki kontrol yang lebih terbatas dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan program sosial, karena jumlah perempuan dalam posisi kepemimpinan atau pengambil keputusan belum mencapai kesetaraan dengan laki-laki.
Manfaat:
-Kegiatan yang dilakukan oleh relawan sosial memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti peningkatan kesejahteraan dan dukungan dalam gerakan sosial kemanusiaan. -Perempuan mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan dan jaringan sosial melalui kegiatan sosial. |
1.Ketidakseimbangan Jumlah Gender dalam Posisi Kepemimpinan dan Pengambilan Keputusan 2.Keterbatasan Partisipasi Perempuan dalam Relawan Sosial dan Pendampingan Rehabilitasi Sosial | 1.Norma-norma sosial yang patriarkis membatasi peran perempuan dalam kegiatan sosial dan kepemimpinan, seperti jumlah perempuan dalam Wanita Pemimpin Kesejahteraan Sosial (94 orang) yang relatif sedikit. 2.Keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan bagi perempuan pada masyarakat kurang mampu di Surabaya, membatasi kemampuan dan kesempatan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial. | -Meningkatkan kapasitas pekerja sosial masyarakat dalam pelaksanaan program sosial berbasis gender untuk mendukung keberhasilan program -Meningkatkan keterlibatan aktif pekerja sosial masyarakat dalam proses pemberdayaan sosial dengan menekankan pada penyediaan layanan yang responsif terhadap kebutuhan gender, serta memperkuat jaringan kolaborasi antara lembaga sosial di tingkat kabupaten/kota untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan program sosial | -Melakukan Pendampingan terhadap PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) yang sensitif gender -Melakukan Sosialisasi Peran PSKS untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran gender dalam penanggulangan PPKS -Mengadakan Pelatihan Keterampilan yang sesuai dan berbasis gende | Jumlah relawan sosial lebih didominasi oleh Perempuan pada tahun 2023 : Laki-laki : 309 Orang dan Perempuan : 1158 Orang Jumlah relawan sosial berdasarakan data pada tahun 2024 : Laki-laki 630 orang dan Perempuan : 863 Orang. Pada tahun 2024, jumlah perempuan yang menjadi relawan sosial masih tetap mendominasi, dengan selisih 233 orang. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan masih tetap lebih banyak terlibat dalam kegiatan relawan sosial dibandingkan laki-laki. |
Indikator Aktifitas:
.Jumlah PSKS Perorangan yang mengikuti Sosialisasi Deteksi Dini Kekerasan Terhadap Anak dilaksanakan sebanyak 5 kali L: 5 orang (2,73 %) P: 178 orang (97,26 %) 2.Jumlah PSKS Perorangan yang mengikuti sosialisasi terkait dengan pengembangan individu untuk memastikan semua memiliki kesempatan yang sama dalam pengembangan Kemampuan dan jaringan sosial melalui kegiatan sosial dilaksanakan sebanyak 19 kali (TKSK, Tagana, WPKS, IPSM, Pilar-Pilar Sosial, dan Pendamping Resos) dengan total: L: 424 orang (55,35%) P: 342 orang (44,64%)
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah orang yang mendapat peningkatan kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat Kewenangan Kabupaten/Kota
Indikator Kegiatan:
Jumlah jenis PSKS perorangan yang dibina
Outcome Program:
Persentase Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang dibina dan berpartisipasi dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial
Impact:
Meningkatnya jumlah keterlibatan PSM yang dibina dalam program peningkatan kapasitas. |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Mia Santi DEWI, SH, M.SiNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |