Gender Analysis Pathway
Kecamatan Wonokromo

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis dan berkelanjutan
Misi:
Memantapkan Transformasi Birokrasi yang Bersih, Dinamis dan Tangkas Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Program:
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Dan Kelurahan
Kegiatan:
Pemberdayaan Kelurahan- Sub Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan (Kelurahan Jagir)
Sub Kegiatan:
Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Pengembangan Pokmas dan Ormas yang Melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan
Sasaran Sub Kegiatan:
Kelompok Masyarakat (POKMAS) dan Organisasi Masyarakat (ORMAS) di Kelurahan Jagir termasuk LPMK, RW, RT, PKK, KSH, PAUD, UMKM, Karang taruna dll
Dasar Hukum:
Dasar Hukum 1.Perwali 94 Tahun 2021 Tentang Keduduka, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Surabaya 2.Perwali No 102 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Perwali 94 Tahun 2021 Tentang Keduduka, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kota Surabaya 3.RKPD Kecamatan Wonokromo Tahun 2025 dan Tahun 2026
Data Umum:
Jumlah Penduduk Kelurahan Jagir: L: 9942 orang P:10207 Jumlah RT tahun 2025: L: 67 orang P: 4 orang Jumlah RW tahun 2025: L: 10 orang P: 1 orang
Jumlah Pokmas di Kelurahan Jagir: Pokmas PKK  L: - P: 31 orang
Karang Taruna:  L : 11 orang  P : 8 orang
Jumlah PAUD 10
Jumlah Keluarga Miskin: 405 KK Jumlah keluarga miskin di wilayah Kelurahan Jagir masih cukup banyak
Akses:
Kesejangan akses pada organisasi Karang Taruna baik akses informasi, teknologi, maupun partisipasi program disebabkan oleh kombinasi faktor internal anggota, sarana & prasarana serta dukungan dari pihak eksternal seperti Kelurahan, Kecamatan dan perangkat kampung
Partisipasi:
Kesejangan atau rendahnya partisipasi pemuda dalam Karang Taruna disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti kurangnya anggaran,lemahnya koordinasi, program kurang menarik, kurangnya tenaga pembina
Kontrol:
Kesenjangan dalam karang taruna sebagai pengawasan di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan aparat kampung (RW, RT, LPMK) dikarenakan keseibukan anggota yang tidak memiliki waktu cukup, rendahnya motivasi dan kepedulian, kurangnya pemahaman fungsi organisasi
Manfaat:
Karang Taruna memberikan manfaat besar sebagai wadah pengembangan generasi Muda, meningkatkan kesejahteraan sosial di masyarakat
Kesejangan internal dalam organisasi Karang Taruna disebabkan komunikasi kurang efektif,anggaran dan fasilitas, ketidakcocokan peran dan konflik kepentingan. Kesenjangan internal dalam PKK disebabkan rendahnya pemahaman dan komitmen kader ,perencanaan anggaran pelatihan yang tidak optimal, sarana dan prasarana terbatas. Kesejangan Internal dalam PAUD di sebabkan perbedaan kualitas,fasilitas dan layanan antar lembaga seperti kualitas dan kuantitas pendidik, keterbatasan sarana dan prasarana, sumber daya pendidik. Kesenjangan Eksternal Karang Taruna umumnya disebabkan oleh konflik sosial, kurangnya pembinaan dari aparat kampung (RT, RW, LPMK) dan tidak adanya akses pada forum Musrenbang sehingga aspirasi tidak terakomodasi Kesenjangan eksternal PKK umumnya karena kendala waktu pengurus / anggota, kurangnya dukungan dari tokoh masyarakat, kurangnya dana dan dukungan sumberdaya. Kesejangan eksternal PAUD disebabkan faktor ekonomi, sosial, budaya, kurangnya kesadaran orang tua, kebijakan dan pendanaan dari pemerintah. Tujuan dari Karang Taruna saat ini diarahkan pada penguatan peran pemuda sebagai pelaku kegiatan sosial, agen inovasi, pemberdaya ekonomi kreatif dan penggerak transformasi digital. Tujuan PKK difokuskan pada pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan, beriman, sehat, mandiri, berakhlak mulia. Tujuan PAUD di surabaya ini untuk pengembangan karakter,nilai agama - moral, serta kemampuan sosial - emosional dan kognitif Rencana Aksi dari Karang Taruna berupa bakti sosial (donor darah, santunan, pemberdayaan UMKM, kerja bakti bersama warga dan aparat kampung, kebersihan lingkungan dengan pemilahan sampah. Rencana Aksi PKK yang sudah berjalan seperti fokus pada penguatan 10 program pokok PKK,peningkatan ekonomi keluarga bersama UMKM, penurunan stuntung dan ketahanan pangan. Rencana aksi dari PAUD berupa kelas pengasuhan (SOTH), pelibatan orangtua/wali dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak, melakukan evaluasi dari Dinas pendidikan dan peningkatan kompetensi pendidik Hasil pendataan dan rekam jejak pelaksanaan di unggah sistem aplikasi berbasis surabaya.go.id yang sudah tersedia
Indikator Aktifitas:
Karang Taruna berupa pemberdayaan pemuda dan masyarakat melalui kegiatan sosial ekonomi dan pendididkan. PKK yaitu peningkatan kesejahhteraan keluarga berupa peningkatan Gizi,penurunan stunting, pola hidup bersh dan sehat serta penguatan karakter keluarga PAUD ini mencerminkan kesiapan anak untuk melanjutkan ke jenjang SD seta terukurnya perkembangan holistik anak serpert kognitif, motorik, bahasa sosial - ekonomi dan karekter
Indikator Sub Kegiatan:
Karang Taruna adalah gambaran hasil perubahan perilkau dan program pemberdayaan pemuda dan kesejahteraan sosial. Kegiatan PKK berfokus pada perubahan tingkat kesejahteraan keluarga seperti pola asuh anak dan remaja (kelas Kemangi), pembinaan Lansia (selantang) pelatiahan ketrampilan bagi kader / warga (UP2K), gerakan pemanfaatan tanah pekarangan Sub kegiatan dari PAUD seperti nilai dan moral, fisi-motorik, kognitif, bahasa, sosial-ekonomi, seni
Indikator Kegiatan:
Kegiatan Karang Taruna yang efektif meliputi keberlanjutan program kerja,partisipasi anggota yang aktif, serta keberhasilan dampak sosial masyarakat. Indikator kegiatan PKK melipiti 10 program pokok PKK, administrasi PKK, pengelolaan sampah, pemanfaatan lahan kosong, mendukung program” dari pemerintah kota Surabaya. Indikator kegiatan PAUD yaitu mengukur pencapaian perkembangan anak usia (2-6 th) serta indikator yang diwujudkan dalam kegiatan di dalam maupun di luar ruangan serta pembiasaan perilaku positif
Outcome Program:
Persentase pelaksanaan kelurahan yang menindaklanjuti keterlibatan Pokmas dan Ormas terutama pada karang taruna
Impact:
Meningkatnya partisipasi masyarakat di wilayah Kelurahan Jagir dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Maria Agustim Yuristina, S.STP, M.Si
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Kecamatan Wonokromo
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg