| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong Royong menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehat jasmani dan rohani, produktif serta berkarakter melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya
Program:
Jumlah Arsip Statis yang Dilakukan Akusisi, Pengolahan, Preservasi dan Akses Arsip Statis
Kegiatan:
Pengolahan arsip statis daerah Kabupaten/Kota
Sub Kegiatan:
Akuisisi, Pengelolahan, Preservasi dan Akses Arsip Statis
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan arsip Melalui pelaksanaan akusisi, pengolahan, preservasi, dan akses yang terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan
Sasaran Sub Kegiatan:
Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, akademisi dan masyarakat |
Dasar Hukum:
Perda 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender Perwali 43 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Perda 4 tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
Data Umum:
Akuisisi arsip merupakan fase transisi dari pengelolaan arsip dinamis (records management) ke pengelolaan arsip statis (archives management). Pada proses pengelolaan arsip statis meliputi kegiatan akuisisi arsip statis, pengolahan arsip statis, preservasi arsip statis dan akses arsip statis. Ketersediaan sarana bantu penemuan kembali arsip statis sebagai hasil (output) dari kegiatan pengolahan adalah daftar arsip statis dan khazanah arsip statis. Guna memperoleh arsip statis yang terdapat di lembaga pencipta arsip untuk disimpan permanen. Dengan Isu Gender menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan Pengolahan Arsip Statis serta sebagai pemahaman bahwa laki-laki lebih memiliki hak akses lebih tinggi dari pada perempuan.
Rasio perbandingan untuk laki-laki adalah 34persen dan
wanita adalah 66 persen
Pengolahan daftar arsip statis dan khazanah arsip statis. Dengan petugas pengelola arsip sebagai berikut
Laki-laki adalah 10 orang
Perempuan adalah 15 orang
Jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan Pengolahan Arsip Statis
Laki-laki adalah 10 orang
Perempuan adalah 5 orang
Petugas pengelola arsip sebagai berikut
Laki-laki adalah 10 orang
Perempuan adalah 15 orang
|
Akses:
Sasaran sub kegiatan mendapatkan akses yang sama berdasarkan undangan DP3APPKB Surabaya
Partisipasi:
Seluruh focal point PUG dan atau masyarakat yang mendapat undangan baik laki-laki maupun perempuan dapat berpartisipasi. Proporsi jumlah laki-laki dan perempuan yang mempunyai akses dalam kegiatan Pengolahan Arsip Statis masih belum setara, tetapi partisipasi perempuan mendapat porsi yang lebih banyak dalam hal ini.
Kontrol:
DP3APPKB memiliki Kontrol terhadap pelaksanaan Advokasi PUG di Kota Surabaya
Manfaat:
Seluruh focal point PUG dan masyarakat peserta memperoleh manfaat dalam pelaksanaan advokasi PUG di Kota Surabaya |
Belum semua SDM memahami pentingnya konsep keadilan gender. | Budaya atau stereotip tertentu yang menghubungkan kegiatan advokasi Pengarusutamaan gender dengan perempuan, sehingga mayoritas peserta adalah perempuan. Isu Gender menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan Pengolahan Arsip Statis. | Mengadvokasi 58 Perangkat Daerah Kota Surabaya dalam pelaksanaan pembangunan berbasis keadilan gender. | Mengidentifikasi dan mengakuisisi arsip yang merekam peran perempuan dan kelompok rentan. Pelibatan pegawai perempuan dalam tim pengolahan arsip. Pelatihan preservasi dan digitalisasi arsip bagi pegawai tanpa bias gender. Penyediaan fasilitas layanan ramah gender (ruang baca, toilet, akses disabilitas). Evaluasi rutin PUG dalam pengelolaan arsip. | 1. Desk PPRG dilaksanakan 1 kali 2.Bimtek PPRG Dilaksanakan 1 kali |
Indikator Aktifitas:
1.Mengidentifikasi dan mengakuisisi arsip yang merekam peran perempuan dan kelompok rentan 2.Pelibatan pegawai perempuan dalam tim pengolahan arsip. 3.Penyediaan alat kerja yang aman dan ramah gender 4.Penyediaan fasilitas layanan ramah gender (ruang baca, toilet, akses disabilitas 5.Evaluasi rutin PUG dalam pengelolaan arsip
Indikator Sub Kegiatan:
Perangkat Daerah yang Mengikuti Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Pelaksanaan Pengarustamaan Gender (PUG) Termasuk Perencaan Pembangunan Responsif Gender (PPRG) sejumlah 58 Perangkat Daerah
Indikator Kegiatan:
Jenis dokumen PPRG yang disusun oleh perangkat daerah
Outcome Program:
Persentase Perangkat Daerah yang responsif gender
Impact:
Meningkatnya Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Indikator sasaran: Komponen keterwakilan perempuan dalam parlemen, perempuan sebagai tenaga professional, manajer, administrasi, dan teknisi serta sumbangan pendapatan. |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Ir. Erna PurnawariNIP. 196809081996022002
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |