| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
Gotong Royong Menuju Surabaya Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan
Misi:
Mengakselerasi Transformasi Pengembangan Sektor Ekonomi Unggulan
Program:
Program Penyuluhan Pertanian
Kegiatan:
Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian
Sub Kegiatan:
Penyediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Tersedia dan Termanfaatkannya Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian
Sasaran Sub Kegiatan:
Kelompok Tani Konvensional Kota Surabaya |
Dasar Hukum:
Peraturan Walikota Nomor 50 Tahun 2025 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya Pasal 9 Ayat (2)
Data Umum:
Data Kelompok Tani Konvensional di Kota Surabaya sejumlah 35 Kelompok, dengan jumlah 1.453 orang L: 1.197 orang (82%) P: 256 orang (18%)
Penyediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian ini dimaksudkan untuk mendukung penyuluhan melalui pengadaan sarana dan pasarana pengembangan demplot pertanian di kelompok tani konvensional.
Pengembangan demplot bertujuan mendorong kegiatan budidaya pertanian dengan cara pemberian bantuan sarana pertanian berupa benih tanaman, pupuk, obat tanaman dan pemanfaatan fasilitas alat mesin pertanian oleh Kelompok Tani yang diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
DATA TERPILAH: Data Kelompok Tani Konvensional yang mendapat Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa di Tahun 2025 sejumlah 7 Kelompok, dengan jumlah 105 orang L : 87 orang (83%) P : 18 orang (17%)
yang telah mendapat: 1. Pendampingan pengurusan SKT 2. Pendampingan usaha tani 3. Pelatihan teknis budidaya ramah lingkungan
|
Akses:
Kelompok Tani mendapatkan bantuan berdasarkan usulan PPL (Petugas Penyuluh Lapang) Kementerian Pertanian ke DKPP dan telah mendapatkan pengesahan kelembagaan sesuai ketentuan.
Partisipasi:
Proporsi anggota 7 Kelompok Tani yang ditingkatkan Kapasitas Kelembagaan Petani di Kecamatan dan Desa lebih banyak laki-laki (83%) daripada perempuan (17%)
Kontrol:
Pejabat pengampu kegiatan - Eselon II P: 1 orang - Eselon III L: 1 orang
Manfaat:
Pemberdayaan kelompok tani bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sebagai kelompok masyarakat yang dianggap rentan secara ekonomi dan sosial serta memiliki akses yang terbatas terhadap sumber daya. |
1. Dinas tidak bisa menyelenggarakan kegiatan pelatihan secara optimal karena menyeseuaikan ketersediaan anggaran 2. Belum adanya mekanisme pelatihan yang mengatur partisipasi dan manfaat yang bisa diambil secara adil antara laki-laki dan perempuan | 1. Adanya anggapan di masyarakat bahwa untuk menjadi petani yang bekerja di sawah lebih sesuai dilaksanakan oleh laki-laki karena pekerjaan berat dan sebagai mata pencaharian utama 2. Adanya persepsi pekerjaan tersebut terlalu sulit bagi perempuan khususnya dalam hal menggunakan alat dan mesin pertanian 3. Bertani bukan menjadi mata pencaharian yang dianggap menguntungkan terutama bagi generasi muda | Tersedia dan Termanfaatkannya Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian, yang disertai dengan kegiatan: 1. Pendampingan usaha tani melalui penyuluhan, pembinaan penebusan pupuk bersubsidi, pengembangan demplot budidaya dan pemanfaatan fasilitas alat mesin pertanian oleh Kelompok Tani dalam rangka penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan produksi dan produktivitas pertanian 2. Mendukung program swasembada nasional melalui pengembangan demplot tanaman pangan dan pengendalian inflasi. | Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian melalui kegiatan: 1. Pengembangan Demplot Budidaya Tanaman Pangan 2. Pengembangan Demplot Inflasi dan Peningkatan Produktivitas Hortikultura 3. Fasilitasi Alsintan Bagi Petani 4. Kegiatan Sosialisasi/Farm Field Day | Pada tahun 2025: Kelompok Tani yang telah ditingkatkan kapasitas kelembagaannya sebanyak 7 kali di 7 Kelompok Tani dengan diikuti lebih banyak laki-laki (83%) daripada perempuan (17%) yang disertai dengan kegiatan: 1. Pendampingan kelengkapan administrasi untuk pengurusan SKT sebanyak 7 kelompok 2. Pelatihan teknis budidaya ramah lingkungan yang meliputi Pelatihan Pengendalian Hama Penyakit Pada Tanaman Padi/Jagung, Pelatihan Pengendalian Hama Burung dan Tikus Sebagai Upaya Peningkatan Produksi Pada Tanaman Padi, Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik untuk Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura yang dilaksanakan sebanyak 7 kali 3. Kegiatan pemberian bantuan sarana produksi budidaya tanaman pangan dan hortikultura sebanyak 5 jenis (benih, pupuk, obat tanaman, perlengkapan pertanian dan alat pertanian) |
Indikator Aktifitas:
Tersedia dan Termanfaatkannya Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sebanyak 96 Unit yang disertai dengan kegiatan: 1. Pengembangan Demplot Budidaya Tanaman Pangan 2. Pengembangan Demplot Inflasi dan Peningkatan Produktivitas Hortikultura 3. Fasilitasi Alsintan Bagi Petani
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian sebanyak 96 Unit
Indikator Kegiatan:
Jumlah penyuluh yang ditingkatkan kapasitasnya sebanyak 25 orang
Outcome Program:
Persentase penyuluh yang memenuhi standar kompetensi sebesar 100%
Impact:
Pelaksanaan kegiatan pengembangan demplot budidaya tanaman pangan, demplot inflasi dan peningkatan produktivitas hortikultura, fasilitasi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta sosialisasi/Farm Field Day memberikan dampak terhadap meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan teknologi budidaya yang baik, meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil pertanian, efisiensi waktu dan biaya produksi melalui pemanfaatan alsintan, serta terjaganya ketersediaan dan stabilitas pasokan komoditas pangan dan hortikultura strategis yang berkontribusi pada pengendalian inflasi daerah dan peningkatan pendapatan serta kesejahteraan petani |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Ir. Antiek Sugiharti, M.SiNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |