Gender Analysis Pathway
Dinas Perhubungan

Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3 Langkah 4 Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7 Langkah 8 Langkah 9
Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis Data Pembuka Wawasan Isu Gender Kebijakan dan Rencana Ke Depan Pengukuran Hasil
Faktor Kesenjangan Sebab Kesenjangan Internal Sebab Kesenjangan Eksternal Reformasi Tujuan Rencana Aksi Data Dasar (Base-line) Indikator Gender
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Visi:
Terwujudnya lalu lintas yang tertib, aman, dan nyaman bagi Masyarakat Kota Surabaya
Misi:
Mewujudkan terlaksananya tertib lalu lintas di Masyarakat Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas
Program:
Program Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)
Kegiatan:
Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota (1650)
Sub Kegiatan:
Penyediaan Perlengkapan Jalan di Jalan Kabupaten/Kota (1650)
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan melakukan penyediaan dan pemasangan perlengkapan jalan
Sasaran Sub Kegiatan:
Masyarakat / Pengguna Jalan
Dasar Hukum:
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pengarusutamaan Gender
Data Umum:
Data Umum berupa: - Jumlah penduduk Surabaya - Jumlah APILL (TL, WL, PCTL) di Kota Surabaya - Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan - Jumlah Laka Rata-rata per bulan
Data terakhir BPS dalam “Kota Surabaya Dalam Angka 2025” hingga tahun 2024, jumlah penduduk Surabaya tercatat: Total 3.018.022 L : 1.494.734 (49,5%) P : 1.523.288 (50,5%)
Jumlah APILL (TL, WL, PCTL) di Kota Surabaya hingga 2023: 619 2024: 635 2025: 656
Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan: L: 106 (91,4%) P: 10 (8,6%)
Jumlah Laka rata-rata per bulan (Data BPBD Surabaya) 2023 L : 462 (67,30%) P : 225 (32,70%) 2024 L : 566 (64,65%) P : 310 (35,35%)
Akses:
Adanya kesamaan akses bagi masyarakat perempuan dan laki-laki terhadap penggunaan APILL
Partisipasi:
Partisipasi gender dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki
Kontrol:
Proporsi kontrol kewenangan terhadap Penyediaan Perlengkapan Jalan didominasi laki-laki
Manfaat:
Proporsi manfaat keselamatan pengguna jalan dengan adanya APILL bagi perempuan lebih tinggi daripada laki-laki
Pejabat Pengambil Kebijakan pada Dinas Perhubungan lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Tidak semua pengambil keputusan dan perencana memahami konsep kesetaraan dan keadilan gender. Perencana penyediaan perlengkapan jalan dan pelaksana pekerjaan lebih didominasi oleh laki-laki. Kurangnya kompetensi perencana penyediaan perlengkapan jalan untuk melakukan analisis gender. Masih adanya anggapan kuat di masyarakat bahwa pemegang kontrol kewenangan lebih diutamakan laki-laki daripada perempuan, karena perilaku laki-laki lebih rasional serta tegas daripada perempuan. Atas hasil konstruksi sosial dan budaya di Indonesia, laki-laki berperan sebagai pencari nafkah utama yang bekerja di luar rumah. Sehingga angka mobilitas laki-laki terutama di jalan lebih tinggi dari pada perempuan yang berperan pada sektor domestik (kerumahtanggaan) Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jaln baik perempuan maupun laki-laki Sosialisasi keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan agar patuh aturan lalu lintas. Pemeliharaan APILL secara berkala agar berfungsi secara optimal bagi pengguna jalan. 1. Data terakhir BPS dalam “Kota Surabaya Dalam Angka 2025” hingga tahun 2024, jumlah penduduk Surabaya tercatat: Total 3.018.022 L : 1.494.734 (49,5%) P : 1.523.288 (50,5%) 2. Jumlah APILL (TL, WL, PCTL) di Kota Surabaya hingga 2023: 619 2024: 635 2025: 656 3. Jumlah personil dalam kegiatan Penyediaan Perlengkapan Jalan: L: 106 (91,4%) P: 10 (8,6%) 4. Jumlah Laka Rata-rata per bulan (Data BPBD Surabaya) 2023 L :462 (67,3%) P : 225 (32,7%) 2024 L : 566 (64,65%) P : 310 (35,35%)
Indikator Aktifitas:
Meningkatnya akses terhadap penggunaan APILL bagi seluruh lapisan masyarakat baik laki-laki maupun perempuan.
Indikator Sub Kegiatan:
Meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi pengguna jalan
Indikator Kegiatan:
Masyarakat / Pengguna Jalan baik laki-laki maupun perempuan merasa nyaman dan aman dalam berlalu lintas.
Outcome Program:
Menurunnya kesenjangan perbandingan presentase kecelakaan laki-laki dan perempuan (2023-2024) L : P dari 67,30% : 32,70% menjadi 64,65% : 35,35%
Impact:
Terwujudnya kesetaraan akses dan keselamatan dalam berlalu lintas bagi semua kelompok masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, melalui penyediaan perlengkapan jalan yang lebih inklusif dan responsif gender.
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg Tundjung Iswandaru, ST,MM
NIP.
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg

Gambar tidak tersedia atau file hilang.

https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
 
Mengetahui
Kepala Dinas Perhubungan
Kota Surabaya
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg