| Langkah 1 | Langkah 2 | Langkah 3 | Langkah 4 | Langkah 5 | Langkah 6 | Langkah 7 | Langkah 8 | Langkah 9 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pilih Kebijakan/Program/Kegiatan yang akan dianalisis | Data Pembuka Wawasan | Isu Gender | Kebijakan dan Rencana Ke Depan | Pengukuran Hasil | ||||
| Faktor Kesenjangan | Sebab Kesenjangan Internal | Sebab Kesenjangan Eksternal | Reformasi Tujuan | Rencana Aksi | Data Dasar (Base-line) | Indikator Gender | ||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
|
Visi:
“Gotong Royong menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan”
Misi:
Misi 1 Mewujudkan Perekonomian Inklusif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat dan Pembukaan Lapangan Kerja Baru melalui Penguatan Kemandirian Ekonomi Lokal, Kondusifitas Iklim Investasi, Penguatan Daya Saing Surabaya sebagai Pusat Penghubung Perdagangan dan Jasa antar Pulau serta Internasional. Misi 2 Membangun Sumber daya manusia (SDM) unggul, sehat jasmani dan rohani, produktif serta berkarakter melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Program:
1.06.04 Program Rehabilitasi Sosial
Kegiatan:
1.06.04.2.01 Rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak Terlantar, Lanjut Usia Terlantar, serta Gelandangan Pengemis di Luar Panti Sosial
Sub Kegiatan:
1.06.04.2.01.0008 Pemberian Akses ke Layanan Pendidikan dan Kesehatan Dasar
Tujuan Kegitan Sub Kegiatan:
Meningkatkan Kualitas Kebutuhan dasar
Sasaran Sub Kegiatan:
Penghuni panti/UPTD |
Dasar Hukum:
Peraturan Walikota Nomor 119 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Kampung Anak Negeri pada Dinas Sosial Kota Surabaya
Data Umum:
Jumlah Penghuni UPTD Kampung Anak Negeri Target : 100 Orang Data Eksisting 1. Kalijudan : L : 37 Orang P : 10 Orang 2. Wonorejo L: 27 Orang P: 0 Orang
Jenis pelatihan kegiatan penghuni :
1. Kanri Kalijudan
Pelatihan Musik:
L= 8 orang
P= 5 orang
Pelatihan Melukis:
L= 7 orang
P= 2 orang
Pelatihan Membatik
L= 7 orang
P= 0 orang
Pelatihan Menjahit
L= 8 orang
P = 2 orang
Pelatihan Olahraga:
L = 16 orang
P= 4 orang
Pelatihan Sablon :
L= 7 orang
P= 2 orang
Pelatihan Handycraft :
L= 8 orang
P= 2 orang
Pelatihan Bercocok Tanam:
L= 6 orang
P = 3 orang
Pelatihan Pemilahan Sampah:
L= 5 orang
P = 5 orang
2. Kanri Wonorejo
Pelatihan Musik:
L = 10 orang
P = 0 orang
Pelatihan Melukis:
L = 10 orang
P = 0 orang
Pelatihan Tenis meja:
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Muaythai:
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Tinju:
L = 15 orang
P = 0 orang
Pelatihan Balap sepeda:
L = 4 orang
P = 0 orang
Pelatihan Pencak silat:
L = 6 orang
P = 0 orang
Pelatihan Barista
L = 3 orang
P = 0 orang
Pelatihan Cuci Motor:
L = 2 orang
P = 0 orang
Eselon IIb (Kepala Dinas) :
L : 0
P : 1
Eselon IIIb (Kepala Bidang):
L : 1
P : 0
Eselon IVa (Kepala UPTD):
L : 0
P : 1
Eselon IVb (Kasubag TU):
L : 0
P : 1
|
Akses:
Penghuni perempuan di Kanri Wonorejo tidak memiliki akses ke pelatihan sama sekali, sementara pelatihan di lokasi ini sepenuhnya untuk laki-laki.
Partisipasi:
Partisipasi perempuan dalam pelatihan bercocok tanam di Kanri Kalijudan ada (3 orang), tetapi masih jauh lebih sedikit dibandingkan laki-laki (6 orang)
Kontrol:
Perempuan memiliki kontrol terbatas dalam memilih pelatihan berbasis teknis, seperti barista dan cuci motor, yang sepenuhnya diikuti oleh laki-laki.
Manfaat:
Laki-laki memperoleh manfaat lebih besar dari pelatihan keterampilan kerja di Wonorejo, seperti barista dan olahraga, sedangkan perempuan di lokasi ini tidak mendapat pelatihan sama sekali. |
1.Ketimpangan akses pelatihan: Perempuan memiliki lebih sedikit peluang pelatihan di Kalijudan, dan di Wonorejo tidak ada akses sama sekali untuk mereka. 2.Pelatihan tidak merata: Fokus pelatihan lebih banyak pada keterampilan fisik untuk laki-laki, sehingga kebutuhan perempuan kurang terpenuhi. | 1.Kurangnya dukungan mitra strategis: Belum ada kolaborasi dengan pihak eksternal untuk menyediakan pelatihan inklusif berbasis gender. 2.Stereotip gender: Pelatihan seperti tinju, muaythai, dan barista dianggap hanya cocok untuk laki-laki, sehingga perempuan tidak diberi kesempatan yang sama | Mengembangkan akses pelatihan yang inklusif dan berbasis kebutuhan gender, sehingga penghuni laki-laki dan perempuan di kedua lokasi memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh keterampilan sesuai minat dan potensinya. | 1.Mengadakan pelatihan keterampilan yang beragam dan inklusif di semua lokasi, dengan memperluas jenis pelatihan yang bisa diikuti oleh perempuan, seperti barista atau olahraga non-kontak. 2.Membangun kemitraan dengan lembaga pelatihan dan perusahaan, untuk menyediakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja sekaligus mengkampanyekan kesetaraan gender dalam pelatihan keterampilan | Jumlah Penghuni UPTD Kampung Anak Negeri 2023/2024 Target : 100 Orang Data Eksisting Kalijudan : L : 41 Orang P : 13 Orang Wonorejo L: 37 Orang Jenis pelatihan kegiatan penghuni : Kanri kalijudan Pelatihan Musik: L=.6 orang P= 2 orang Pelatihan Melukis: L= 8 orang P= 2 orang Pelatihan Membatik L= 9 orang P= - Pelatihan Menjahit L=10 orang P= 3 orang Pelatihan Olahraga: L = 36 orang P= 8 orang Pelatihan Sablon: L= 6 orang P= 3 orang Pelatihan Handycraft: L= 6 orang P= 3 orang Pelatihan Hidroponik: L= 6 orang P= 5 orang Pelatihan Pemilahan Sampah: L=5 orang P=5 orang Kanri Wonorejo Pelatihan Musik: L = 4 orang Pelatihan Melukis: L = 8 orang Pelatihan Tenis meja: L = 5 Orang Pelatihan Muaythai: L= 4 orang Pelatihan Tinju: L= 5 Orang Pelatihan Balap sepeda: L= 2 Orang Pelatihan Pencak silat: L= 6 Orang Pelatihan Barista L= 4 orang Pelatihan Cuci Motor: L= 2 orang |
Indikator Aktifitas:
Jumlah pelatihan dan kegiatan rehabilitasi yang dilaksanakan di UPTD setiap bulan sebanyak 4 kali (2 jam/pertemuan) untuk setiap kegiatan. 2. Tingkat partisipasi penghuni dalam kegiatan rehabilitasi. Kanri Kalijudan Pelatihan Musik: L= 8 orang P= 5 orang Pelatihan Melukis: L= 7 orang P= 2 orang Pelatihan Membatik L= 7 orang P= 0 orang Pelatihan Menjahit L= 8 orang P = 2 orang Pelatihan Olahraga: L = 16 orang P= 4 orang Pelatihan Sablon : L= 7 orang P= 2 orang Pelatihan Handycraft : L= 8 orang P= 2 orang Pelatihan Bercocok Tanam: L= 6 orang P = 3 orang Pelatihan Pemilahan Sampah: L= 5 orang P = 5 orang Kanri Wonorejo Pelatihan Musik: L = 10 orang P = 0 orang Pelatihan Melukis: L = 10 orang P = 0 orang Pelatihan Tenis meja: L = 3 orang P = 0 orang Pelatihan Muaythai: L = 3 orang P = 0 orang Pelatihan Tinju: L = 15 orang P = 0 orang Pelatihan Balap sepeda: L = 4 orang P = 0 orang Pelatihan Pencak silat: L = 6 orang P = 0 orang Pelatihan Barista L = 3 orang P = 0 orang Pelatihan Cuci Motor: L = 2 orang P = 0 orang
Indikator Sub Kegiatan:
Jumlah penghuni yang memperoleh akses ke layanan pendidikan dan kesehatan dasar. 1. Kalijudan : L : 37 Orang P : 10 Orang 2. Wonorejo L: 27 Orang P: 0 Orang
Indikator Kegiatan:
Jumlah penghuni yang mengikuti pelatihan keterampilan dan pendidikan dasar dari total penghuni yang ditargetkan
Outcome Program:
Tingkat kemandirian penghuni dalam beraktivitas secara normal setelah mengikuti pelatihan dan rehabilitasi
Impact:
Jumlah penghuni yang berhasil direhabilitasi dan siap kembali ke masyarakat dalam kondisi sehat dan mandiri. |
|
Mengetahui
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg ![]()
upload/ttd_petugas/ttd.jpg
https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg
TTD. upload/ttd_petugas/ttd.jpg
Mia Santi DEWI, SH, M.SiNIP.
Gambar tidak tersedia atau file hilang. https://dp3appkb.surabaya.go.id/sigas/upload/ttd_petugas/upload/ttd_petugas/ttd.jpg |